Beranda blog Halaman 139

Milad Ke-30, LPM SiGMA Adakan Bedah Film Pertama

0

Serang, lpmsigma.com | Dalam merayakan ulang tahun yang ke-30 tahun Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SiGMA memproduksi sebuah Film Pendek yang berjudul “Roy (Menulis adalah kebebasan)”. Film ini merupakan hasil produksi LPM SiGMA sendiri yang nantinya akan ditayangkan dan diulik pada malam puncak Milad pada Sabtu (21/11) mendatang.

Ketua pelaksana Milad SiGMA Sahril mengatakan ini merupakan sebuah terobosan baru dari LPM SiGMA untuk mengangkat Eksistensi SiGMA kedepanya melalui film perdana yang telah diproduksi oleh LPM SiGMA selama dua Minggu.

“Film Perdana yang di produksi oleh kru SiGMA akan di tayangkan saat acara Milad SiGMA dan Film Roy ini sudah digarap selama dua Minggu,” ujarnya.

Penayangan film atau pembedahan film “Roy” akan ditayangkan setelah acara potong tumpeng selesai, Hal ini juga dikatakan oleh Pimpinan Umum (Pinum) SiGMA Ari Dwi Purnomo bahwasanya, film ini ditayangkan setelah kegiatan tersebut.

“Kegiatan kita yang pertama Potong tumpeng lanjut saresehan dan setelah itu bedah film hasil dari kerja keras kru SiGMA selama dua minggu terakhir ini,” tegas Ari sapaan akrabnya.

Dengan mengusung tema “Merefleksikan pengalaman untuk sebuah pendalaman” Ari menjelaskan maksud dipilihnya tema tersebut adalah untuk mengenang kembali memori dari para alumni LPM SiGMA sebagai ilmu yang dibagi untuk juniornya.

“Kita memutar kembali memori-memori yang telah lalu dari para alumni atau senior yang ilmunya untuk di sharing,” Jelasnya.

Milad LPM SiGMA ini rencananya akan dilaksanakan di Lapangan Syariah UIN SMH Banten. Acara milad ini sebagai perantara untuk menghubungkan senior, junior dan alumni dalam menjaga kebersamaan agar tetap berjalan lancar dan tidak ada sekat terpisah. Untuk harapan jangka panjangnya, Ari mengharapkan momentum Milad ini dapat menjadikan LPM SiGMA kedepannya menjadi lebih baik, kreatif, inovatif dan independent.

“Harapan dari diadakannya milad SiGMA ini supaya sistem kebersamaan bisa terjalin lancar dan tidak ada sekat pemisah antara junior, senior dan alumni. Untuk kedepannya semoga menjadi SiGMA yang lebih baik, lebih kreatif, inovatif, dan independent,” Ujar Ari.

Sahril selaku Ketua Pelaksana juga mengharapkan acara milad ini dapat berjalan lancar serta dapat menjaga kekompakan dan kekeluargaan dari kru SiGMA dan menjaga keharmonisan yang sudah dipupuk sejak dulu.

“ Semua manusia pasti menginginkan acaranya lancar, dan saya juga seperti itu ingin lancar tanpa kendala sedikitpun,” Ujar Sahril. [Mg. Baidoi-Munawaroh/Esti/SiGMA]

Efek Digitalisasi Di Tengah Pandemi

0

Oleh : Wardah

Sejak pandemi virus corona merambah ke Indonesia, seluruh aktifitas masyarakat banyak yang beralih menggunakan teknologi. Tanpa sadar, pandemi telah merubah masyarakat untuk mengejar kemajuan teknologi dengan pesat.

Kini pendigitalisasi merebah keseluruh sektor kehidupan manusia, mulai dari politik, industri hingga ke sektor pendidikan.
Melansir dari Suteki Technology, dampak dari pandemi yang merambah dunia pendidikan memicu percepatan transformasi pendidikan. Mulai dari pendidikan sekolah dasar hingga perguruan tinggi, akibat perubahan di sektor tersebut, pola pembelajaran pun berubah secara drastis yang semula tatap muka menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring).

Hal ini merujuk pada penyelarasan era Revolusi Industri 4.0. Dengan berbagai aplikasi belajar online sebagai penunjang pembelajaran. Misalnya, platform aplikasi Google Meet, Zoom, Google Classroom, dan E-learning.
Hal ini membuat metode pembelajaran memerlukan akses internet serta sebuah gadget atau leptop yang terkoneksi dengan jaringan.


Namun permasalahannya, di beberapa wilayah di Indonesia, masih kesulitan terkait akses internet dan bahkan belum terjamah teknologi. Akibatnya, kegiatan pembelajaran daring menjadi terhambat dan materi ajar tidak tersampaikan.
Disamping itu, aktivitas belajar mengajar dilingkungan kampus sangat dibatasi, bahkan banyak kampus yang memilih lockdown. Keputusan tersebut diterapkan untuk memutus rantai penyebaran virus corona.


Salah satu mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Silfiani mengaku terkena imbasnya. Mahasiswa yang berdomisili di Bayah ini merasa kesulitan saat melakukan pembelajaran daring.

Mulai dari telat masuk mata kuliah, bahkan tidak ada kabar saat mata kuliah daring dimulai. Serta minimnya sinyal yang berada di Bayah ia katakan menjadi faktor utamanya.
“Di Bayah emang susah banget nyari sinyal, sekalinya ada suka hilang-hilangan, apalagi kalau hujan, terus mati lampu. Kadang kalo bener-bener ngga ada sinyal harus keluar dulu, biasanya nyari sinyal suka sampe ke rumah kaka yang lumayan jauh dari rumah,” tuturnya. Minggu (08/11)

Dilain hal, salah satu kebijakan dari kampus yang meluncurkan bantuan berupa kartu kuota khusus belajar sebesar 10 Giga Byte dan kuota internet 200 Mb yang dinilai kurang efektif karena kualitas sinyal di berbagai daerah berbeda-beda.
“Kalau di kartunya ngga ada sinyal mah percuma ada kuota juga. Kartu kuota dari kampus kalau dipake Zoom suka ngga bisa, bakal keluar terus,” lanjut Ifi, panggilan akrabnya.

Dari beberapa kasus yang ditemukan, bisa dilihat masih terdapat ketidak maksimalan dari pembelajaran daring tersebut. Diantaranya waktu yang habis hanya untuk mencari sinyal yang bagus, kemudian bisa saja saat sudah menemukan sinyal tapi jam perkuliahan sudah habis, serta faktor cuaca juga turut menjadi alasannya.
Jika hal ini terus berlanjut, kegiatan akademis mahasiswa akan terkena pengaruhnya, mulai dari kehadiran, tugas yang terhambat, bahkan bisa berujung Tidak Lulus (TL) pada mata kuliah yang diikutinya.
Dalam hal ini, pihak akademis kampus seharusnya lebih memperhatikan kondisi dari para mahasiswa, terutama pada kebijakan kartu kuota untuk mahasiswa yang berada di wilayah pelosok.

Kebijakan kartu kuota bisa digantikan dengan bantuan kuota langsung sesuai dengan kartu yang digunakan mahasiswa dan disesuaikan dengan daerah domisili setiap mahasiswa tersebut. Dengan pendataan yang dikolektif oleh masing-masing bagian kemahasiswaan setiap fakultas.

Hal ini akan dirasa lebih efektif karena mahasiswa tidak harus melakukan registrasi kartu terlebih dahulu, dan tidak harus beradaptasi dengan kartu baru yang belum tentu cocok dengan jaringan yang ada didaerahnya, sehingga akan memudahkan mahasiswa dalam melakukan pembelajaran daring. (Mg.Wardah/Nada/SiGMA)

Geger Banten Kembali Gelar Aksi Tolak Omnibus Law

0

Serang, lpmsigma.com | Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Geger Banten kembali melakukan aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law di Alun-alun Kota Serang, Selasa (10/11).

Humas Aliansi Geger Banten, Mohammad Ishak Paokuma menuturkan, aksi ini sebagai bentuk  terhadap penolakan atas sikap Pemerintah  yang telah mengesahkan Undang-Undang  Omnibus Law, sekaligus refleksi hari pahlawan.

“Hari pahlawan ini menjadi momentum untuk melakukan refleksi bagaimana kita mengenang para pahlawan yang berjuang untuk Indonesia,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, aksi ini dilatarbelakangi karena hari ini bertepatan dengan hari pahlawan serta membuat tagar #mositidakpercaya terhadap pemerintah ini dilakukan karena kita tidak mempercayai Institusional Indonesia,

Ia juga menganggap, pemerintah kurang memperhatikan akibat yang ditimbulkan dari Undang-Undang Cipta Kerja yang berimbas buruk terhadap kaum pekerja buruh

 “Pemerintah tidak memikirkan dampak dari di sahkannya Undang-Undang (UU) No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang membuat resah para pekerja buruh,” tutur Ishak, sapaan akrabnya.

Senada dengan Ishak, Sekertaris Jendral Sekolah Mahasiswa Progresif  (SEMPRO) Ihsan Kamil menyampaikan bahwa dampak dari di sahkannya UU cipta kerja terdapat pada pasal 127 ayat 3 tentang hak guna usaha (HGU).

“Sebelum disahkan nya hak guna usaha korporasi itu hanya 75 tahun tapi setelah disahkannya UU Cipta Kerja ditambah menjadi 90 tahun,” ucapnya

Ihsan Kamil menjelaskan,  banyaknya mahasiswa yang berasal dari anak seorang buruh, dimana jika tidak digagalkannya UU Cipta Kerja ini membuat pengaruh perekonomian Indonesia menjadi tidak baik sebab  hak pengelolaan dapat  dikonversi menjadi Hak Guna Usaha (HGU)  bagi kepentingan pemodal.

“Sebenarnya kita sudah susah sejak dulu, mayoritas masyarakat indonesia memiliki sumber penghasilan rendah dan ini dampak dari HGU. Upaya menggagalkan Omnibus Law ini agar kita tidak susah ke depannya,” jelasnya. [Mg. Munawaroh-Ahmad Baidoi/Dani/SiGMA]

Antusias Masyarakat Lihat Pameran Artefak Peninggalan Nabi Muhammad

0
Jenggot Rasulullah SAW. di Pameran Artefak YAN Banten

Serang, lpmsigma.com | Antusiasme masyarakat Banten dalam pameran artefak Nabi Muhammad SAW. Sangat besar. Pameran yang dibuka sejak tgl 1 November ini terhitung sudah dihadiri oleh ratusan pengunjung. Pameran tersebut diselenggarakan Di Yayasan Anak Negeri (YAN) Banten yang terletak di Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan Kota Serang.

Ranti salah satu pengunjung asal Tangerang mengatakan, ia sangat senang menghadiri pameran tersebut. Menurutnya, selain dapat menambah pengetahuan terhadap sejarah, tapi juga dapat menambahkan kecintaan dan keyakinan terhadap Nabi Muhammad SAW.  “Acara ini bagus sekali, kita tidak perlu jauh-jauh ke Mekkah untuk melihat artefak Nabi Muhammad SAW,” Ujarnya. Selasa (10/11).

Hal tersebut senada dengan ucapan Fahmi selaku ketua Pelaksana Pameran tersebut, Tujuan di adakan nya pameran ini, sebenarnya termasuk rangkaian memperingati hari besar Islam, dan juga untuk meningkatkan rasa cinta serta keyakinan Masayarakat Banten terhadap Nabi Muhammad SAW.

Argi selaku pengurus artefak peninggalan Rasul menjelaskan, beberapa artefak yang ditampilkan adalah janggut, kiswah, kantong air yang sering dibawa jika Rasul melakukan perjalanan. Selain itu, terdapat juga artefak peninggalan sahabat Rasul, yaitu pedang Khalid Ibn Al- Walid, dan juga bongkahan dinding Ka’bah.

Barang-barang tersebut sudah mendapat sertifikasi dari yang berwenang. Sehingga tidak sembarangan orang diperbolehkan menyentuh artefak tersebut, karena akan meninggalkan sidik jari. “Karena jika sering dipegang akan meninggalkan sidik jari dan susah dibersihkan,” katanya kepada kru. [Mg. Shovi-Alya/Mey/SiGMA].

Mahasiswa Nilai UU Cipta Kerja Tidak Transparan

0

Serang, lpmsigma.com | Kebijakan Pemerintah terkait Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang bertujuan untuk meningkatkan Investasi, dinilai tidak transparan. Sehingga publik tidak mengetahui inti dari Undang-Undang tersebut.
.
Hal itu disampaikan oleh Ikhsan Kamil selaku Sekretaris Jendral Sekolah Mahasiswa Progresif (SEMPRO) dalam acara Dialog Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, melalui Zoom meeting. Minggu, (8/11).
.
Menurutnya, pemerintah seharusnya belajar dari sejarah bahwa pergerakan untuk investasi itu tidak maksimal. Terlebih pada saat Rancangan UU Cipta Kerja disampaikan, sudah sering dilakukan penolakan oleh para Buruh dan juga Mahasiswa se-Indonesia.

“Gerakan atau penyampaian lewat aksi demo sudah dilakukan berulang kali.” Ketidakhadiran petinggi negara saat menanggapi aksi demonstrasi membuktikan bahwa RUU Cipta Kerja sudah menunjukkan satu watak kebijakan politik,” tegasnya.
.
Senada dengan Ikhsan Kamil, Wakil Ketua DEMA UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Fauzan menilai RUU Cipta Kerja tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan No. 17 Tahun 2011 terkait Intelijen Negara.
.
“Undang-undang No.10 secara formil dan imateril yang tak sesuai perpu No.17 tahun 2011, yang mana jauh dari sikap demokratis serta kurangnya partisipasi publik,” terangnya.
.
Selanjutnya ia menambahkan, adanya rancangan yang bermasalah pada pasal 10 pada paragraf ke dua, dinilai memotong kebijakan pemerintah daerah. [Mg.Nadia-Mg.Doi/Nada/SiGMA]

Dialog DEMA PTKIN dengan Staf Khusus Bahas UU Cipta Kerja

0

Serang, lpmsigma.com | Presiden Joko Widodo resmi teken Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada Senin, (2/11/2020) lalu. Pemerintah menyiapkan aturan turunan berupa 35 Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres).

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang diwakili oleh 9 orang turut hadir dalam dialog dengan Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial Aminuddin Ma’ruf di Kompleks Istana Kepresidenan, membahas terkait UU Cipta Kerja. Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Usai pertemuan, Ongky Fachrur Rozie selaku Koordinator Pusat DEMA PTKIN se-Indonesia mengatakan kalau mereka tidak sepenuhnya menolak UU Cipta Kerja, tetapi memberikan catatan tentang UU tersebut.

“Kami tidak menolak keseluruhan undang-undang ini, namun ada sejumlah pasal dan klaster yang perlu kami kritisi. DEMA PTKIN juga menolak Pasal 10 paragraf 2 tentang kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang yang terdapat dalam BAB 3 tentang peningkatan ekosistem dan kegiatan berusaha (klaster administrasi pemerintahan),” katanya, dilansir dari Tempo.co.

Turut juga hadir dalam kesempatan pertemuan tersebut, Dema UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten yang diwakili oleh Wakil Dema-U Fauzan, ia mengatakan bahwa pihak Dema lah yang meminta untuk berdialog mengenai UU Cipta Kerja tersebut. “Harus di verifikasi bahwa Dema PTKIN tidak di undang Staf Khusus Presiden atau pun Kementrian mana pun. kami yang mengirim surat untuk bisa berdialog dengan mereka,” ujarnya, Sabtu (7/11/2020).

Fauzan menerangkan bahwa dialog tersebut adalah penyampaian hasil kajian dari Dema PTKIN kepada Staf Khusus. Ia berharap presiden mengeluarkan Perpu walaupun memang kemungkinannya kecil.

“Memang kami sedikit kecewa tidak langsung bertemu dengan presiden. Karena, STAFSUS tidak langsung bisa menjawab secara langsung dengan apa yang kami catat sebagai kritisan” terangnya.

Fauzan menjelaskan tidak ada tawaran sama sekali kepada Dema PTKIN untuk posisi jabatan sebagai staf khusus milenial ” saya jamin tidak ada pembicaraan ke arah sana. selanjutnya kami akan membawa UU ini ke MK” tutupnya.

Namun disamping itu, Muhammad Ihsan Kamil Sekjen Sekolah Mahasiswa Progresif (Sempro) ia menilai bahwa “Aksi-aksi pemogokan nasional buat nolak omnibuslaw selain buruh yang turun di kawasan-kawasan industri, banyak juga kaum muda dari pelajar, mahasiswa, pengangguran yang tumpah ruah turun ke jalan, Nah pertemuan itu memperlihatkan kalau negara butuh legitimasi kalau mereka sudah memfasilitasi kaum muda bersuara terkait omnibuslaw. Padahal kenyataan dilapangan, banyak anak-anak muda yg turun aksi justru di represi dan di kriminalisasi,” jelasnya.

Kamil menjelaskan Kalau pertemuan dema PTKIN dengann stafsus presiden pada akhirnya hanya melemahkan gerakan pemuda mahasiswa dalam penolakan omnibuslaw cipta kerja, artinya memang benar ada pengkhianatan. Kalau sudah ada pengkhianatan, benar adanya kalo DEMA PTKIN sudah tidak relevan, dan wajib dibubarkan.

Delegasi yang hadir adalah Ongky Fachrur Rozie Koordinator Pusat DEMA PTKIN yang berasal dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Fatimah Presiden Mahasiswa IAIN Samarinda, Ahmad Rifaldi Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kaligaja Yogyakarta, Ahmad Aidil Fahri Presiden Mahasiswa DEMA UIN Alauddin Makasar, M. Munif Presiden Mahasiswa IAIN Lampung, Mahfud Presiden Mahasiswa IAIN FM Papua, M. Fauzan dari UIN Banten, Rubait Burhan Presiden Mahasiswa UIN Semarang, dan Aden Farih Presiden Mahasiswa UIN Malang.

[Ahmad Khudori/Mey/SiGMA].

Hukum Pembuatan Panjang Dalam Perayaan Maulid Nabi Menurut Syariat Islam

0

Menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW yakni bulan robiul awal (dalam kalender Islam), merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di dunia. Setiap memasuki bulan tersebut,umat muslim akan berbondong-bondong untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad karena dianggap momen sakral untuk menilik ulang sejarah perjuangan Rasulullah SAW.

Di berbagai wilayah, umat muslim dalam menyambut kelahiran Rosulullah SAW bermacam-macam, salah satunya di wilayah Provinsi Banten, masyarakatnya memeriahkan kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan cara mengadakan perayaan panjang maulid.

Panjang maulid merupakan tradisi perayaan keagamaan (maulid Nabi) khas dari masyarakat Banten khusunya Kota Serang. Panjang diartikan sebagai miniatur yang dibuat dari rangkaian bambu ataupun kayu, sehingga berbentuk bangunan atau yang lainnya. sedangkan maulid berasal dari kata walida yang berarti “kelahiran”.  

Konon, sebagian besar masyarakat kota Serang meyakini bahwa dengan membuat panjang maulid sama dengan bersedekah, karena pada akhir acara isi panjang (miniatur yang dihias) yang bermacam-macam itu akan dibagikan pada banyak orang. Tidak heran jika banyak masyarakat yang membuat panjang hingga menghabiskan puluhan juta rupiah, karena mereka meyakini rezeki yang dikeluarkan atau disedekahkan akan kembali dengan jumlah lebih besar.

Hal yang menarik dalam pembuatan Panjang, biasanya masyarakat membuat kreatifitas berupa miniatur kapal, masjid, ka’bah, dan lain-lain. Namun dari pembuatan Panjang maulid ini, ada juga yang membuat miniatur menyerupai bentuk makhluk bernyawa seperti manusia, hewan, siluman dan lain sebagainya. Hal ini membuat banyak pertanyaan di kalangan masyarakat luas, apakah pembuatan miniatur tersebut dalam perayaan Maulid Nabi diperbolehkan?

Menurut pandangan berbagai ulama, pembuatan panjang diperbolehkan selama tidak menyimpang dari syariat Islam. Dalam hal ini, salah satu tokoh agama di daerah Serang, Yunus ikut menanggapi ihwal pembuatan Panjang yang menyerupai makhluk bernyawa.

“Sebenarnya benda apapun yang dibentuk menyerupai makhluk bernyawa hukumnya adalah haram, karena kalau begitu apa bedanya dengan umat yang membuat patung berhala kemudian di sembah,” ucapnya. (06/11)

Pendapat Para Ulama 4 Madzhab Mengenai Tradisi Perayaan Maulid

Hukum melaksanakan maulid nabi mendapatkan berbagai pandangan dari berbagai kalangan ulama, disini penulis akan merangkum beberapa pendapat ulama’ dari 4 madzhab mengenai tradisi tahunan tersebut.

Al-Imam al-Suyuthi dari kalangan ulama’ Syafi’iyyah mengatakan:

“Perayaan maulid termasuk bid’ah hasanah, pelakunya mendapat pahala. Sebab di dalamnya terdapat sisi mengagungkan derajat Nabi SAW dan menampakan kegembiraan dengan waktu dilahirkannya Rasulullah SAW”.

Dari kalangan Hanafiyyah, Syaikh Ibnu ‘Abidin mengatakan:

“Ketahuilah bahwa salah satu bid’ah yang terpuji adalah perayaan maulid Nabi pada bulan dilahirkan Rasulullah Muhammad SAW.

Al-Imam Ibnu al-Haj ulama’ dari kalangan madzhab Maliki mengatakan:  

“Tidaklah suatu rumah atau tempat yang di dalamnya dibacakan maulid Nabi SAW, kecuali malaikat mengelilingi penghuni tempat tersebut dan Allah memberi mereka limpahan rahmat dan keridhoan”.  

Al-Imam Ibnu Taimiyyah dari kalangan madzhab Hambali mengatakan :

“Mengagungkan maulid Nabi dan menjadikannya sebagai hari raya telah dilakukan oleh sebagian manusia dan mereka mendapat pahala besar atas tradisi tersebut, karena niat baiknya dan karena telah mengagungkan Rasulullah Saw”.  

Penjelasan disarikan dari Syekh Yusuf Khathar Muhammad, al-Mausu’ah al-Yusufiyyah, juz. 1, halaman 407.

Dari beberapa keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa tradisi merayakan maulid Nabi SAW merupakan bid’ah hasanah (disunahkan), meski tidak pernah dilakukan pada zaman Nabi SAW, karena di dalamnya terdapat sisi mengagungkan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Selain itu, didalam peringatan maulid Nabi terdapat kegiatan memberi makan orang yang membutuhkan tanpa didasari perbuatan berdosa. Kegiatan semacam ini termasuk salah satu amalan kebaikan. (Mg.Febi/Dani/SiGMA)

Kisah Sukimo, Si Pedagang Cimol Legendaris

0

Serang, lpmsigma.com | Sukimo atau akrab disapa Bapak Cimol tampak sedang asik menggoreng cimol pada wajan yang cukup besar, selain cimol ia juga kerap menjual otak-otak dan kentang goreng, tempatnya di kantin kampus I Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten.

Dengan ditemani beberapa pedagang yang lain, ia terlihat masih bersemangat meski umurnya sudah terbilang tidak lagi muda, selama 15 tahun ia menekuni profesinya dan datang setiap pagi ke kampus lalu mempersiapkan dagangannya.

“Setiap pagi saya kesini, sudah sekitar 15 tahun, dari mahasiswa UIN masih bisa di hitung jari sampai rame seperti ini,” tutur Sukimo kepada calon kru LPM SiGMA, Kamis (05/11).

Sukimo yang berumur 50 tahun ini mengaku mengalami penurunan omset, sebelum pandemi ia bisa memperoleh sekitar Rp. 1.000.000 dalam sehari, namun setelah pandemi ini penghasilannya turun drastis, hanya sekitar Rp. 300.000 dan itupun kadang-kadang.

“Kalo lagi gak covid penghasilan kotor itu sekitar satu juta, kalo lagi covid paling tiga ratus, kan mahasiswanya sedikit,” imbuhnya.

Sebelum UIN SMH Banten ini ramai, dengan mudah para pedagang bisa keluar masuk area kampus, akan tetapi ketika perkembangannya semakin membaik dan ramai semuanya menjadi sedikit di persulit, pedagang juga harus membayar tempat dan mendapatkan izin dari pihak kampus.

“Dulu gratis karena sepi pedagang, kalo udah rame gini ya bayar, izin juga,” ujar Bapak Cimol.

Saat ditanya mengenai kelakuan mahasiswa, Sukimo mengatakan, ia tidak pernah di tipu oleh mahasiswa, meskipun mahasiswa lupa untuk membayar, keesokan harinya mahasiswa itu akan datang kembali dan membayarnya sesuai dengan makanan yang ia ambil.

“Gak pernah, ini kan anak Mahasiswa, UIN lagi. Jadi kalo mereka lupa bayar besoknya datang lagi dan bayar sesuai dengan yang dia ambil,” tegasnya.

Sebagai seorang pedagang, Sukimo juga kerap mendapatkan suka duka, ia kerap bahagia saat jualannya habis terjual dan ia juga kerap bersedih saat perkuliahan libur karena ia tidak dapat penghasilan, namun itu bisa menjadi waktu untuk ia istirahat.

“Sukanya kalo lagi laku, dukanya kalo lagi libur, harus tutup, kan bukan pegawai negeri yang kalo libur berpenghasilan,” ujarnya sambil melayani beberapa pembeli.

Selain itu, Sukimo juga memberi saran untuk mahasiswa UIN, ia kerap mendoakan para mahasiswa semoga sukses dimasa yang akan datang.

“Mudah-mudahan semua mahasiswa sukses di pendidikannya,” saran Sukimo.

Ade Hikmah, Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-qur’an dan Hadits (IAT) Semester Sembilan mengatakan bahwa hadirnya pedagang kentang di area kampus membantu mahasiswa yang sedang kelaparan. “Kehadirannya membantu yang kelaparan, kadang kan kita bukan hanya ingin makan nasi aja, tapi juga ngemil,” ujarnya. [Mg. Zara/DM/SiGMA].

Kecam Pidato Presiden Prancis, FPUIB Gelar Aksi Bela Islam

0

Serang, lpmsigma.com | Pidato kontroversial Presiden Prancis Emanuel Marcon di Les Maureaux beberapa waktu lalu yang menunjuk umat Islam sebagai agama dalam krisis, menimbulkan amarah dari kaum Muslim di seluruh dunia, karena dianggap melecehkan umat Islam.

Dalam hal ini Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar aksi bela Islam di Alun-Alun Kota Serang, sebagai bentuk kecaman terhadap pidato yang disampaikan oleh Presiden Prancis tersebut.

Pimpinan pondok pesantren Darussalam, Jawari mengatakan, aksi ini diikuti perkiraan sebanyakan 2.000 massa dari Kabupaten/Kota Serang. Ia meminta kepada pemerintah daerah untuk mengeluarkan kebijakan guna memboikot produk asal Negara Perancis.

“Aksi ini dilakukan sebagai kecaman atas statement yang dikeluarkan oleh presiden prancis yang menghina umat Islam dan meminta kepada pemerintah daerah untuk membikot produk prancis,” tegasnya Rabu, (04/11)

Sudah sepatutnya, lanjut Jawari, semua lapisan umat muslim baik dari pemerentihan, apparat kepolisan, dan aparatur sipil negara (ASN) harus mengecam presiden prancis dan memboikot produk prancis.

“Jadi, warga manapun yang merasa muslim, baik itu aparat pemerintahan atau pun masyarakat sipil kalau agamanya dihina tidak marah kita patut pertanyakan keimanannya,” pungkasnya

Aksi yang berlangsung dari pukul 1 siang hingga 4 sore ini berlangsung damai.
[Uqel/Agan/SiGMA]