Beranda blog Halaman 85

UIN Banten Buka Pendaftaran Beasiswa Kuliah Bagi Mahasiswa Asing

0

Serang, lpmsigma.com – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten membuka pendaftaran bagi mahasiswa asing yang ingin kuliah melalui jalur Beasiswa Mahasiswa Asing. Beasiswa tersebut diadakan oleh kampus melalui International Office University. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor III dalam acara pembinaan mahasiswa penerima beasiswa di Aula Pusat Kegiatan Mahasiswa Kampus dua, pada Jum’at (03/03).

Hidayatullah, selaku warek III Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menuturkan bahwa beasiswa mahasiswa asing hanya memiliki kuota 5 orang yang akan dilakukan jalur seleksi dan mulai dibuka pendaftarannya di tahun ini.

“Kuota beasiswa mahasiswa asing hanya 5 orang saja yang ingin mendaftar, pendaftarannya juga dilakukan di sekolah mereka masing-masing lewat jalur agensi yang kerja sama bareng kampus dan pendaftarannya akan dibuka di semester baru tahun ini,” tuturnya kepada kru SiGMA.

Selain itu, terdapat syarat yang harus dipenuhi bagi mahasiswa asing yang ingin kuliah di UIN Banten yaitu harus belajar terlebih dahulu bahasa Indonesia. Kemudian pihak kampus sedang merancang fasilitas International Class yang akan digunakan oleh mahasiswa asing dan mahasiswa Indonesia.

“Untuk kuliah di sini, pastinya harus bisa bahasa indonesia karena Kampus UIN ini mayoritas dari tenaga pendidik orang indonesia,” ucapnya.

Ia juga mengatakan apabila kampus kedatangan mahasiswa asing, yang harus dilakukan mahasiswa yaitu memperbaiki mindset dan juga perilakunya di lingkungan kampus.

“Saya mendorong mahasiswa supaya memperbaiki mindset dan perilakunya, agar ketika mahasiswa asing kuliah di kampus image kampus di mata mereka tidak jelek, jadi mahasiswa harus ikut andil dalam memperbaiki perilakunya demi menjaga nama baik kampus,” katanya.

Reporter: Salma

Editor: Badoi

Lebih Baik Jangan Kuliah Deh

0

Oleh: Muhammad Ervin Nizar, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab

Barangkali saya akan mengawali tulisan pendek ini dengan pertanyaan kolot; apa sih tujuan orang kuliah? dengan pertanyaan ini, kalian pasti akan mendapati seabgreg jawaban klise, tapi sebagiannya lagi tidak mengerti sebetulnya untuk apa mereka kuliah. Bila tak percaya, coba saja praktikkan ke mahasiswa/i yang nanti kalian temui, atau gampangnya tanyakan saja pertanyaan ihwal tadi ke ce’es kalian yang sama-sama mahasiswa. Atau bila ingin lebih paten tanyakan beberapa pertanyaan ke mahasiswa anyar
.
Dari banyaknya jawaban yang muncul, pasti kebanyakan akan menjawab dengan jawaban klise, yaa. untuk menuntut ilmu, pastinya. Begitu bukan? Jawaban ini, pasti akan sangat banyak dilontarkan ratusan milyar mahasiswa, ini menurut data yang dilansir dari lembaga survei internasional yang sudah tentu aktual, terpercaya, akuntabel, progresif dan revolusioner.

Setelah itu, cobalah sambung dengan pertanyaan: lantas mengapa kuliah?. Banyak dari mereka akan menjawab karena disuruh orang tua. Sebagiannya lagi karena bingung mau ngapain selepas lulus SLTA, atau bahkan mirisnya karena ikut-ikutan saja. Atau jawaban yang paling oh my god adalah karena hanya ingin keren-kerenan. Jawaban-jawaban demikian akan amat jengkel didengar kating-kating (kakak tingkat) berambut gondrong, dan jadi main-mainan mahasiswa tua yang pengetahuannya sudah di atas awan. Xixixi.

Jawaban-jawaban demikian bisa saya simpulkan, bahwa kuliah hanya memperpanjang masa sekolah, atau menunda masa menganggur.

Dari macamnya jawaban, pastinya kuliah ujung-ujungnya adalah untuk mencari lembar nominal, bekerja, menjadi pedagang; pedagang ilmu, pedagang tenaga, pedagang batu-bata, dan berbagai jenis pedagang. Semuanya berdagang untuk mendapatkan uang.

Selesai dari situ, cobalah perpanjang obrolan dengan menanyakan, seperti: setelah lulus nanti, apa yang mereka inginkan dari selembar ijazah?. Apa kira-kira jawaban yang paling banyak didapati?. Barangkali, sebagian dari mereka tidak sadar bahwa kuliah atau pun tidak kuliah, ternyata kita orang harus gawe sebagai manusia mandiri—seperti isi paragraf sebelum ini—sekalipun anak anggota dewan terkaya di muka bumi, normalnya begitu.
***

Ada begitu banyak orang tua yang mengirim anaknya untuk kuliah, hanya dengan alasan jika sudah sarjana dan punya gelar akan mudah mencari kerja, sarjana kan pasti cerah masa depannya. Preeettt..

Di masa lalu, sarjana memang selalu diapung-apungkan dan diidamkan para orang tua terlebih dalam jangkauan yang agak luas pada lingkup masyarakat, apalagi tetangga rumah, belum saja teriak histeris mendengar kabar sarjana tiba di kampung. Tapi itu dulu, sekarang mana ada atau kalaupun ada pasti kalo sarjana terus menganggur paling jadi olok-olokan tetangga. Banyak calon sarjana sekarang yang belum lulus saja urat dahinya tercekik setengah mati karena harus memikirkan kehidupan setelah mendapati gelar sarjana nanti.

Heyy.. sarjana sekarang nggak kayak dulu, kalau dulu sarjana mendapati strata sosial setara dengan (silakan isi jawaban sendiri), kalau sekarang sarjana cuma menambah angka pengangguran dan menambah kerjaan be’pe’es buat merekap angka pengangguran yang bertambah.

Bagaimana sejauh ini, apa tulisan ini memaksa untuk berpikir dan mencari jawaban yang apik, untuk apa sebenarnya kuliah, atau memang masih pakai jawaban-jawaban serupa di muka. Saran saya, sih, kalau jawaban anda masih sama mending kuliahnya disudahi, dan sisa uang semesteran yang belum dibayarkan belikan saja motor Honda Scoopy.

PKPU Belum Disahkan, Anggaran Tak Kunjung Turun, Pelaksanaan PUM Makin Molor

0

Serang, lpmsigma.com – Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) UIN SMH Banten molor dari jadwal dikarenakan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) belum disahkan dan anggaran tak kunjung turun.

Dalam audiensi yang diselenggarakan di Gedung B Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, April selaku Ketua KPU Universitas menyampaikan ada beberapa hal yang menghambat berjalannya PUM yaitu PKPU belum disahkan dan anggaran tak kunjung turun.

“Pertama, PKPU-nya belum disahkan terus anggaran belum cair, terus Saya juga dirawat seminggu sakit,” jelasnya pada Kamis, (02/03).

Selain itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Universitas, Wisnu Rusli menambahkan anggaran yang belum cair menghambat jalannya PUM.

“PKPU belum disahkan, terus anggaran belum cair,” tambah Wisnu.

Menurut penuturan Wisnu, yang menghambat anggaran tak kunjung cair karena dari laporan kegiatan terakhir dari SEMA yang belum rampung.

“Laporan dari kegiatan terakhir SEMA yang belum selesai,” tuturnya.

Sementara itu, dalam audiensi yang diadakan di Aula Gedung B jajaran dari SEMA Universitas tak kunjung datang. Padahal banyak permasalahan PUM sebelum dilaksanakan.

Reporter: Deva

Agenda PUM Molor, Bubarkan Saja KPU!

0

Penulis: Bojes PN, Mahasiswa Fakultas Dakwah

Pasca terbentuknya KPU Universitas pada hari Kamis 09 Februari 2023, KPU-U sampai hari ini belum juga memulai tahapan PUM.

Perlu digarisbawahi banyaknya kejanggalan ketika SEMA-U di bawah pimpinan Miftahul Khoeriyah, dari mulai sidang paripurna digelar secara dadakan, pengesahan UU-KBM terkesan dipaksakan, sampai dengan perekrutan KPU-M dan Bawaslu yang dinilai publik tidak transparan.

Molornya agenda PUM tidak terlepas dari tanggung jawab Miftahul Khoeriyah selaku ketua SEMA-U yang kini proses berjalannya PUM seakan ditutup-tutupi oleh oknum yang punya kepentingan di dalamnya.

Citra buruk Ketua SEMA-U sangat jelas, terlihat juga mengenai KPU-FTK yang banyak kecacatan dan tidak tertib administrasi, nampak sekali tidak ditindaklanjuti secara serius.

Alih-alih menciptakan iklim demokrasi kampus yang baik seakan berbanding terbalik, faktanya sampai detik ini pelaksanaan PUM masih belum berjalan.

Afrilia Isnaini Hufa selaku Ketua KPU Universitas masih diam dan terkesan mengulur-ngulur waktu. Entah masalah internal apa yang terjadi, ini berakibat fatal bagi demokrasi kampus.

SEMA-U seharusnya bertindak tegas dan bertanggungjawab bukan ikut-ikutan diam seakan berjalan baik dengan tidak produktifnya KPU hari ini.

Kemudian, Afrilia selaku ketua beserta jajaran anggota KPU-U terpilih untuk mundur dari penyelenggara jika tidak sanggup memikul tanggungjawab ini.

Pentingnya Mengenal Jenis-Jenis Sampah

0

Pada tanggal 21 Februari 2023 diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), dengan harapan dapat mewujudkan serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sampah yang dihasilkan setiap tahunnya.

Salah satunya dengan memisahkan jenis sampah sebelum dibuang. Karena selain dapat memudahkan pembuangan, memisahkan jenis sampah dapat menghindari terjadinya penumpukan sampah. Tumpukan sampah nyatanya dapat memicu terjadinya pencemaran udara, yang mana berimbas pula pada kesehatan tubuh terutama yang berhubungan dengan paru-paru dan pernapasan.

Maka dari itu ayo kenali jenis-jenis sampah sebelum dibuang.

1. Sampah Organik

Adalah sampah yang dapat terurai secara alami tanpa adanya campur tangan manusia.

Contohnya: ampas teh/kopi, daun daun kering, kertas, tisu

2. Sampah Anorganik

Adalah sampah yang sulit terurai dan apabila tertimbun di dalam tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah. Contohnya: kemasan plastik, botol, sedotan, kaleng, kantong kresek.

Selain sampah organik dan anorganik, ternyata ada juga jenis jenis sampah yang lain yaitu sampah limbah B3.

3. Sampah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Merupakan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan dan sebagainya yang terkontaminasi zat atau energi dan komponen lain yang karena sifat.

Contohnya : Deterjen dan pemutih pakaian, pembasi serangga, hair spray, batu baterai, oli bekas dan semacamnya.

 

Penulis: Nazna

Editor: Badoi

Menilik Dampak Perpindahan Kampus UIN Banten terhadap Para Pelaku Usaha

0

Serang, lpmsigma.com – Sejak 6 Februari lalu, kampus UIN Banten yang terletak di Ciceri tampak terlihat sunyi dan sepi dari gerombolan Mahasiswa dikarenakan adanya perpindahan kegiatan belajar mengajar ke Gedung baru yang berlokasi di Jalan Palima Serang Banten.

Hal tersebut ternyata menjadi kabar buruk bagi para pedagang yang berada di lingkungan Kampus, pasalnya mereka kehilangan sosok pelanggan setia.

Pada 14 Februari kemarin, saya menghampiri salah satu pedagang yang berada di kantin yang bernama Roni Suharno atau biasa dipanggil oleh mahasiswa Masno, terlihat Masno sedang merapikan buah dagangannya seorang diri.

Pada saat itu, kantin terlihat sangat sepi seperti hari libur yang saya rasakan. Kemudian, saya menanyakan bagaimana penjualan hari ini setelah mahasiswa pindah, Masno menuturkan sangat turun drastis bahkan ia tidak bisa menyebutkan presentase penurunannya.

“Uh, pokoknya turun drastis ini mah, ga bisa di presentasekan, biasanya melon satu hari habis 4 buah, inima cuma 1 buah bahkan kadang engga,” ucapnya dengan nada menurun.

Lanjutnya, Masno berharap agar bisa cepat pindah ke Kampus baru tersebut akan tetapi ia mengaku pihak Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Banten belum memberikan konfirmasi.

“Mudah-mudahan bisa cepat pindah ke sana, soalnya kita ga bisa sewenang-wenang pindah, jadi harus nunggu perintah dulu kan dari P2Bnya,” katanya sambil mengelap etalase dagangannya.

IMG 20230215 190505 1 scaled
kedai Stadion Maulana Yusuf Kota Serang (15/23)

Selain berdampak pada kantin Kampus Satu, ternyata hal yang sama juga dirasakan para pedagang dan Kedai Area Stadion Maulana Yusuf Kota Serang. Tempat tersebut juga tampak sepi, dari yang biasanya dipadati oleh sebagian besar mahasiswa UIN dari pagi hingga malam, kini pemandangan tersebut hanya menjadi kenangan.

Irul, salah satu pemilik kedai di area Stadion mendapati nasib yang sama dengan para pedagang kantin, ia mengaku dampak penurunan omset sangat luar biasa terjadi hingga 70%, Ia sangat kehilangan pelanggan yang sebagian besar adalah mahasiswa UIN, “luar biasa dampaknya, ” ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“Bukan 50% turunnya tapi 70% malah, biasanya di sini padet nih 20 orang mahasiswa UIN bahkan lebih dari pagi sampe malem itu pasti, sekarang ga ada sama sekali,” lanjutnya.

Setelah banyak berbincang soal dagangannya, Irul juga ternyata mempunyai kos-kosan yang bernasib sama sepinya

“Saya juga punya kos-kosan itu di jalan belakang kampus, semuanya pindah pada keluar jadinya kosong sekarang sepi,” tuturnya dengan nada rendah.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Sabar Pemilik Kedai Kopi, ia mengatakan bahkan satu hari pernah hanya mendapatkan uang 5000 untuk secangkir kopi dari pembeli.

“Kemaren tuh, saya sehari hanya dapet 5000 itu secangkir kopi doang dari pembeli, tapi tidak masalah saya tetap bersyukur,” tuturnya.

Reporter: Olis

Konflik Internal Diduga Menghambat Jalannya PUM, Begini Tanggapan Warek III

0

Serang, lpmsigma.com – Wakil Rektor III Bagian Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Hidayatullah memberikan tanggapan atas permasalah internal yang terdapat dalam Senat Mahasiswa Universitas.

Hidayatullah mengaku dirinya tidak pernah mengintervensi apa yang dilakukan oleh SEMA-U selama menjalankan organisasi.

“Tetapi jika memang berdampak pada kinerja kelembagaan organisasi mahasiswa ya kita akan ambil sikap sesuai kewenangan dan aturan yang ada,” ucapnya pada Sabtu (11/02).

Selain itu juga pihak kampus akan meminta klarifikasi terkait dugaan kecurangan dan ketidakterbukaan SEMA-U saat perekrutan anggota KPU.

“Kita akan meminta klarifikasi terlebih dahulu, lalu akan mengambil sikap. Namun demikian, tentunya jika informasi ini benar, patut disayangkan dan akan kita luruskan agar prosesnya benar-benar jujur dan terbuka,” katanya.

Warek III juga menyampaikan bahwa dari SEMA -U belum ada laporan resmi ke pihak lembaga.

“Sampai saat ini belum ada laporan resmi baik lisan apalagi tertulis tentang itu, walaupun kita juga mendengar ada informasi lisan. Jadi masih kita pantau. Semoga bisa berjalan, karena memang bulan depan harus sudah selesai semua,” pungkasnya.

Reporter: Nazna

Editor: Alfin

Hanya MABA yang Diperbolehkan Banding UKT, Ini Alasannya

0

Serang, lpmsigma.com – Andi, Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan menyampaikan, Banding Uang Kuliah Tunggal (UKT) hanya diperbolehkan untuk Mahasiswa semester baru, alasannya karena banyak dari Mahasiswa Baru (MABA) yang tidak paham dengan persyaratan ketika mengisi formulir UKT.

“Kenapa hanya mahasiswa baru, karena ketika mengisi formulir UKT banyak dari mereka yang tidak paham persyaratannya seperti apa dan rata-rata dari mereka banyak yang tidak tahu tentang pekerjaan orang tuanya,” kata Andi saat diwawancarai oleh kru SiGMA, Rabu (15/02).

Selain itu, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan UIN SMH Banten, Subhan mengatakan, meskipun banding UKT hanya diperuntukkan untuk MABA, tetapi ada pengecualian untuk mahasiswa semester atas yang terkena musibah atau masalah ekonomi, dan diperkenankan banding.

“Kalo itu kondisi khusus ya, tetapi tetap harus memenuhi persyaratan, yang orang tuanya meninggal, PHK, tetap harus diverifikasi dulu ke fakultas,” ucapnya.

Warek II juga menjelaskan, banding UKT ada karena pandemi, sebelumnya tidak pernah ada banding.

“Banding di semester 3 itu supaya hanya sekali saja sampai lulus, kalo tiap semester banding nanti repot. Banding UKT kan baru sekarang-sekarang saja sejak ada pandemi, sebelumnya tidak pernah ada, saat itu pun semua semester boleh ajukan banding,” tutupnya.

Reporter: Fitri
Editor: Alfin

Ini Budaya Kita: Merayakan Valentine dengan Berdebat

0

Penulis: Muhammad Ervin Nizar, Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam

Dari sekian banyak jumlah manusia apa masih ada yang nggak tahu kalau tanggal 14 Februari adalah hari valentine? Yaa.. barangkali ada, tapi jumlahnya tidak sebanyak orang yang tau bahwa tepat pada tanggal 14 Februari adalah hari valentine. Kita akan sulit menepis ketidaktahuan khalayak akan hari valentine, pasalnya di 14 Februari jadi momentum penting untuk promosi berbagai macam produk. Banyak orang akan berdandan serupa pada perayaan hari-hari penting, seabreg produk jual ikut-ikutan memanfaatkan tanggal penting ini, dari promo makanan, fashion, dan lain-lain agaknya nggak akan melewatkan moment yang penting bagi beberapa orang ini.

Apa sebetulnya makna Valentine? Jangan-jangan orang yang merayakan tidak benar-benar pernah tau apa sebenarnya valentine yang sangat digemari kebanyakan kaula muda orang kita.

Ada kisah dramatik-romantik dibalik valentine, saya tidak perlu menjabarkannya lebih jauh tentang itu. Barangkali di media-media online anda akan dengan mudah menemukan sejarah hari valentine dengan haya menuliskan kata kuncinya saja. Pasti akan banyak muncul tulisan-tulisan ikhwal valentine. Tapi yang jelas, valentine diperingati sebagai hari kasih sayang yang diawali dari pahlawan heroik yang rela mengorbankan dirinya demi banyak orang; banyak pasangan. Terlepas kisah ini nyata atau fiktif atau sengaja dibuat untuk bisnis belaka. Tidak ada yang tahu pasti tentang itu.

Terlepas dari itu, kita di Indonesia punya perayaan tersendiri dalam momentum 14 Februari. Bukan memberi sebatang cokelat berukuran 15 cm yang lumrah, bukan juga memberi setangkai bunga mawar atau bukan juga memberi serba-serbi bentukan hati berwarna pink yang jadi ciri khas valentine. Tapi kita punya cara tersendiri dalam merayakannya, yaitu berdebat.

Ada berbagai macam ungkapan kasih sayang di hari valentine, dari yang paling tersohor adalah memberi coklat kepada kekasih dan setangkai bunga mawar, dll. Merayakan valentine dengan berdebat memang tidak pernah selesai setiap kali tiba di 14 Februari. Pro-kontra akan perayaan hari valentine sampai hari ini masih menyisakan kesia-siaan, karena pasti dimulai dengan debat yang panjang menjerit-berapi api dan selesai dengan isi yang kosong-melongpong yang acap kali menyisakan kebencian dari dua kelompok yang bersebrangan paham.

Bangsa kita memang demen berdebat soal haram dan dan tidak haram, perlu atau tidak perlu dan embel-embel lebel agama lainnya. Bukan tidak baik, jika akhirnya hanya akan berujung pada kebencian, toh agama pun tidak mengajarkan demikian. Apalagi islam, rahmat bagi seluruh alam. Tapi, fenomena yang terjadi, kita nggak bisa mengelak 50%++ bangsa kita adalah orang yang suka (………) silahkan isi sendiri.

Dari tanggal tersebut, saya lebih sepakat bahwa keputusan merayakan valentine bukan jaminan bahwa sesorang itu lebih penyayang, lebih moderat, lebih ke Barat-barat-an, atau lebih baik dari mereka yang memilih untuk tidak merayakan valentine dengan berbagai alasan.

Merayakan valentin atau pun tidak merayakannya, bagi saya nggak jadi persoalan. Mari bersikap adil. Pada dasarnya kita harus mencintai seisi alam semesta, seperti apa yang termaktub dalam Dasa Darma Pramuka yang sampai hari ini paling saya ingat, adalah kalimat: “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia”. Jika dimaknai, tinta seluas lautan nggak akam mampu mengejawantahkannya. Xixi

7 Makanan Sehat untuk Mengatasi Bad Mood

0

Bad mood seringkali dikarenakan rutinitas dan masalah yang menumpuk, biasanya kebanyakan orang akan melampiaskan perasaan bad mood mereka dengan memakan makanan yang manis. Namun, perlu Sigmania ketahui memakan makanan manis, lemak dan kalori yang tinggi justru dapat memberikan dampak yang negatif.

Dikutip dari arikel halodoc.com penelitian telah membuktikan kalau makanan yang kita konsumsi mampu memengaruhi kerja otak secara keseluruhan. Nah, mengonsumsi makanan tinggi gula, tinggi kalori dan tinggi lemak dinilai berhubungan dengan jenis gangguan suasana hati.

Berikut adalah rekomendasi makanan sehat yang dapat mengatasi bad mood.

1. Ikan berlemak

Omega-3 banyak terkandung dalam ikan berlemak, seperti salmon, tuna, lele, kembung dan lain-lain. Penelitian telah membuktikan bahwa omega-3 berkontribusi dalam perkembangan otak yang pada gilirannya mampu menurunkan risiko depresi.

2. Cokelat hitam

Makanan yang satu ini banyak dicari untuk mengatasi badmood, cokelat memang terbukti mengandung beberapa unsur senyawa yang dapat meningkatkan suasana hati. Kendati demikian ada beberapa cokelat yang memiliki bahan tambahan seperti gula dan lemak. Maka dari itu pilihlah cokelat hitam yang mengandung gula rendah.

3. Makanan fermentasi

Seperti yogurt, kimchi, asinan kubis merupakan beberapa makanan fermentasi yang dapat meningkatkan suasana hati dan kesehatan usus. Dalam peroses fermentasi memungkinkan bakteri hidup berkembang biak dalam makanan yang kemudian mampu mengubah gula menjadi alkohol dan asam. Selama proses ini, probiotik terbentuk dan mampu mendukung pertumbuhan bakteri sehat di dalam usus. Probiotik akan meningkatkan kadar serotonin yang dapat memperbaiki suasana hati. Namun perlu diingat bahwa tidak semua makanan dan minuman fermentasi dengan probiotik baik, seperti bir, beberapa roti dan anggur juga.

4. Pisang

Satu buah pisang besar umumnya mengandung 16 gram gula dan 3,5 gram serat. Ketika dipasangkan dengan serat, gula dilepaskan perlahan ke aliran darah yang kemudian menstabilkan gula dan mengontrol suasana hati yang lebih baik.

5. Oat

Produk gandum seperti oat, oatmeal, muesli, dan granola merupakan sumber serat yang baik. Serat membantu memperlambat pencernaan karbohidrat sehingga pelepasan gula ke dalam aliran darah tidak terjadi spontan. Proses ini dapat menjaga tingkat energi dengan stabil dan kadar gula yang stabil dapat meningkatkan suasana hati.

6. Buah beri

Makanan dengan kaya antioksidan seperti beri mampu mengatasi peradangan yang berhubungan dengan depresi dan gangguan mood.

7. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Biji-bijian dan kacang-kacangan mengandung protein nabati, lemak sehat, dan triptofan, asam amino yang bertanggung jawab untuk memproduksi serotonin untuk meningkatkan suasana hati.

Penulis: Rubi

Editor: Alfina