Beranda blog Halaman 53

Untukmu Agamamu, Takjilmu juga Takjilku

0

Ungkapan tersebut sangat menggambarkan tren di bulan Ramadhan kali ini. Sejak memasuki awal puasa, mulai bermunculan konten tiktok mengenai umat non muslim yang menunjukkan antusiasnya dalam memburu takjil meski tidak berpuasa.

Sontak hal itu menimbulkan banyak respon umat muslim yang merasa tersaingi dalam mendapatkan takjil hingga muncullah istilah “War Takjil”. Namun, bukan seperti namanya yang terkesan menimbulkan perpecahan, melainkan adanya tren ini justru makin memperkuat toleransi antar umat beragama di Indonesia.

War Takjil menjadi topik yang mempersatukan karena antar umat dapat saling melontarkan candaan tanpa ada rasa sakit hati.

Hal itu terjadi ketika umat non muslim yang akan membuat konten berburu takjil pada pukul dua siang di saat matahari tengah teriknya, sebab di waktu tersebut umat muslim yang tengah berpuasa sedang di fase puncak dahaga.

Sedangkan umat muslim membalas lelucon itu dengan ledekan, agar beberapa bahan yang diperlukan umat non muslim dalam tradisi agama nya juga ikut diburu. Seperti cadaan menghabiskan stok telur yang biasa digunakan untuk paskah, juga pohon palma yang sontak jadi pembahasan.

War Takjil di bulan ramadhan yang sebenarnya sudah ada karena telah menjadi budaya di Indonesia, tapi kini makin menyeruak berkat adanya tren tersebut. Makna yang lebih dari sekedar berebut dalam membeli makanan, menjadi momentum kedamaian dalam kehidupan antar umat beragama di Indonesia yang masih sering terpecah belah karena hal lain.

Selain itu, tentu ada keberkahan yang makin berlimpah bagi umat muslim terutama sebagai pedagang takjil. Adanya tren War Takjil ini semakin menambah peluang rezeki yang semakin luas.

Ungkapan “Untukmu Agamamu, Takjilmu juga Takjilku” ini sejalan dengan apa yang diajarkan dalam agama islam, bahwa sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada di perdagangan dan diperbolehkannya berniaga dengan umat non muslim, tentu tetap sesuai dengan aturan yang benar.

Maka, jadikanlah momen kedamaian umat beragama di bulan Ramadhan ini, untuk keberlanjutan di kehidupan sosial seluruh umat di Indonesia dan berhenti memecah belah perdamaian dengan tameng agama.

Penulis: Naila
Editor: Nazna

Menyambut Malam ke-16 Ramadhan dengan Tradisi Kunutan

0

Pada pertengahan bulan suci Ramadhan, yaitu hari ke 15 menuju 16 Ramadhan terdapat tradisi masyarakat Banten khususnya di kota Serang. Tradisi ini disebut Kupatan atau Kunutan (ketupat), masyarakat Serang telah mewariskan tradisi tersebut secara turun temurun hingga saat ini.

Adanya tradisi ini semata-mata memanjatkan syukur kepada Allah SWT, karena telah diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah puasa hingga hari ke 15, pasalnya tradisi kupatan atau kunutan karena bertepatan dengan hadir nya doa qunut pada shalat witir di malam ke 16 bulan Ramadhan.

Masyarakat Serang berbondong-bondong membuat ketupat dengan ditambah lauk opor atau rendang sebagai pelengkapnya. Lalu, bersama-sama disajikan di masjid sekitar dan melaksanakan doa bersama atau sebutannya riungan kemudian di bagikan selepas shalat maghrib.

Mengutip dari situs resmi NU Online, tradisi kunutan tidak hanya terdapat di Banten namun juga di beberapa wilayah yang lain seperti Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan. Dalam filsafat Jawa, rubah mempunyai arti khusus, yaitu ketupat atau kupat yang merupakan singkatan dari kata Ngaku Lepat dan Laku Papat.

Dalam bahasa jawa, ngaku lepat adalah tradisi Sungkeman yang merupakan salah satu bentuk ngaku lepat (pengakuan kesalahan). Karena sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang yang lebih tua, rendah hati, ikhlas, dan memaafkan orang lain.

Sementara laku papat terdiri dari Idul Fitri, luapan, lebur dan buruh. Idul Fitri merupakan berakhirnya bulan Ramadhan, yakni seruan untuk bersedekah kepada fakir miskin di akhir bulan Ramadhan melalui pembagian zakat fitrah.

Namun di wilayah Banten, khususnya bagi masyarakat Serang tradisi tersebut dilakukan pada hari ke 15 Ramadhan. Dilansir dari Tangsel.com, sejarah kunutuan di Kota Serang diawali dari masa Kesultanan Banten yang berdiri pada tahun 1651 M hingga 1681 M, dan telah didirikan oleh masyarakat Banten secara turun temurun.

Tradisi yang dilakukan masyarakat Serang tentunya mempunyai makna tersendiri, antara lain saling tolong menolong, kebersamaan, dan saling berbagi. Kemudian, tradisi yang dilakukan di tengah bulan suci Ramadhan ini dapat mempererat tali silaturahmi antar warga.

Sejarah Kunutan yang sudah ada sejak masa Kesultanan kini menjadi kearifan lokal di Banten, apalagi bagi masyarakat Serang yang tidak bisa dipisahkan saat bulan Ramadhan. Nilai terbesar dari kunutan ini adalah saling berbagi dan mempererat tali silaturahmi antar warga.

Semoga di zaman yang terus berkembang seperti hari ini, kita selalu Istiqomah dalam menunaikan ibadah puasa dan tetap melestarikan tradisi lokal.

Reporter: Enjat
Editor: Duyuf

Menu Berbuka Puasa yang Dianjurkan Nabi Muhammad Saw

0

Berbuka puasa menjadi momen yang ditunggu-tunggu di sore hari saat bulan Ramadhan. Orang yang berpuasa pada waktu ini, diperbolehkan untuk menghilangkan dahaga dan menghilangkan rasa lapar setelah berpuasa seharian penuh.

Islam menyarankan untuk mempercepat berbuka puasa. Nabi Muhammad SAW menganjurkan ketika berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan tertentu saat berbuka. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi:

إذا أفطر أحدكم فليفطر على تمر، فإن لم يجد فليفطر على ماء فإنه طهور

“Apabila kamu ingin berbuka, berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada, minumlah air putih karena ia suci,” (HR At-Tirmidzi).

Di kutip dari situs resmi NU Online Jabar, terdapat dua menu buka puasa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw yaitu:

1. Kurma

Dalam Mir’atul Mafatih, Al-Mubarakfuri menjelaskan bahwa kurma sangat baik dikonsumsi ketika berbuka. Ia termasuk makanan pokok yang dapat menguatkan tubuh, terutama menyegarkan mata, setelah puasa seharian.

Selain itu, dengan mengkonsumsi kurma bisa menambah sumber energi yang baik. Setelah kita berpuasa seharian penuh, tubuh akan terasa lelah dan capek, terlebih dengan aktivitas yang terbilang padat. Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition menyebutkan bahwa mengonsumsi kurma bisa membantu kita mendapatkan kembali energi yang telah hilang selama beraktivitas.

Tidak hanya itu saja, mengkonsumsi kurma bisa meringankan gangguan pencernaan, dengan kandungan serat dan asam amino yang terdapat pada kurma membantu merangsang pencernaan makanan dan memastikan prosesnya berlangsung optimal. Serat ini juga membantu meringankan kondisi gangguan saluran cerna, termasuk GERD, wasir, dan divertikulitis.

2. Air putih

Air putih merupakan suci dan bersih, ia sangat baik dikonsumsi sebelum mencicipi menu buka puasa lainnya. Dikutip dari Kementerian Kesehatan, minum air mineral yang mengandung mineral saat buka puasa bisa membuat tubuh langsung aktif kembali. Hal ini karena sel darah merah akan dirangsang, untuk tumbuh lebih cepat sehingga akan menghasilkan lebih banyak oksigen dan energi.

Ketika tubuh yang terasa lemas dan mudah lelah akan kembali bugar bila mengonsumsi air mineral dengan mineral essensial.

Selain itu, dengan mencukupi asupan cairan harian selama puasa membuat metabolisme tubuh tetap terjaga. Karena kandungan mangan, krom, dan magnesium dalam air mineral mampu membantu membuat metabolisme nutrisi yang didapat dari makan sahur dan buka lebih optimal.

Penjelasan Al-Mubarakfur sejalan dengan penelitian kesehatan modern. Menurut penelitian, zat yang paling dibutuhkan tubuh saat berpuasa adalah glukosa. Kurma termasuk makanan yang mengandung zat tersebut. Oleh karena itu, sangat baik mengonsumsi kurma saat berbuka puasa. Jika kurma tidak tersedia, makanlah makanan lain yang juga mengandung glukosa atau berbuka dengan minum segelas air.

Nah, itulah menu berbuka yang dianjurkan oleh Nabi Saw. semoga kita semua bisa senantiasa mengikuti ajaran beliau.

Reporter: Enjat
Editor: Nazna

4 Rekomendasi Tontonan Channel YouTube Ramadhan Jelang Berbuka

0

Di bulan Ramadhan menunggu waktu adzan maghrib adalah hal yang paling dinantikan. Namun, ada beberapa aktivitas yang bisa kita lakukan sambil menunggu waktu adzan magrib tiba, salah satunya dengan menonton program-program ramadhan pada channel Youtube yang dapat menghibur, menambah wawasan serta memperluas pengetahuan kita.

Nah, Sigmaniaa berikut ini beberapa rekomendasi program channel Youtube yang asik ditonton serta dapat menambah edukasi dan menambah wawasan kita.

1. Login

Program Ramadhan Login yang dibawakan oleh Habib Ja’far dan Onadio Leornado atau akrab dipanggil Onad, tayang pada chanel youtube Deddy Corbuzier ini menyajikan konten yang membahas terkait toleransi dengan mengundang berbagai tamu dari lintas Agama dan kepercayaan. Dengan berbagai pembahasan yang menarik sehingga dapat menambah wawasan kita terkait sudut pandang agama lain.

2. Sahur Nih Yee

Meskipun nama programnya Sahur Nih Yee, tetapi program ini sangat cocok dijadikan teman menonton saat sahur dan menunggu berbuka Puasa. Acara ini dibawakan oleh Desta, Vincent, Boiyen, Indra Jegel, Ebel Cobra, dan Oom Leo pada chanel youtube Vindes dengan menyajikan berbagai konten komedi yang dapat menghibur kita sambil ngabuburit.

3. Download

Program Ramadhan Download yang tayang pada channel Youtube dr. Richard lee, menyajikan konten edukasi dengan cara diskusi yang dikaitkan dengan sudut pandang Islam. Program ini dibawakan oleh dr. Richard lee, Ustadz Felix Siauw, Ustadz Denis Lim dan Young Lex.

4. Guru Gembul

Program channel Guru Gembul ini menyajikan konten yang membahas berbagai macam hal mulai dari sejarah, agama, bahkan fakta-fakta mengenai ensiklopedia yang ada di dunia. Sambil menunggu berbuka kita bisa mendapatkan berbagai pengetahuan dari chanel Guru Gembul ini.

Sigmaniaa, Itulah beberapa program chanel Youtube yang bisa jadi teman ngabuburit sambil menunggu waktu adzan maghrib tiba.

Penulis: Tiara
Editor: Dhuyuf

Bunga-bunga Ramadhan

0

Bagian 2 : Kebaikan Datanglah! Kejahatan Tahanlah! Pintu Keberkahan di Bulan Penuh Ampunan

“Assalaamualaikum warahmatullah…” Kalam Tuhan diucapkan ketika sang instruksi shalat menengokkan kepala ke arah kanan. Tarawihpun telah usai, Rona yang duduk di shaf ketiga di mushola kian mengedarkan pandangan. Tak henti-henti mencari seakan ada satu hal yang hilang dan harus ia temui.

Entah apa yang dia cari, mungkin saja gadis penunggu rumah petak miliknya. Yah, sepanjang dia berada di tempat ini, harapnya terus sama, mengagungkan harapan akan datangnya gadis usia 20 tahun itu.

Namun…

“Tante, yuk pulang!” tiba-tiba saja seorang perempuan berucap sembari menepuk bahu Rona dari arah belakang tubuhnya.

Rona pun membalikkan kepala 180 derajat melihat ke arah perempuan tersebut, “astagaaa” dengan segala keterkejutannya.

“Tante kira gak sholat” sambungnya dengan nada cemas.

“Tadinya sih begitu”, ucap perempuan itu dengan tengil, “akan tetapi, ketika Isya mengaung ada perempuan menjelma jadi mamah dedeh dan berceramah di depan kontrakan”, imbuhnya dengan nada berbisik.

Hampir saja Rona melayangkan pukulan pada kepala perempuan yang tertutup mukena. Namun ketika mendarat pada ubun-ubun Nasya, dia justru mengelusnya dengan lembut. Ya, dia Nasya perempuan yang sedari tadi Rona cari-cari. Nasya pun dengan lantas memberikan cengir kuda kepada Rona. Ia dengan sigap membantu Rona yang sedang melipat sajadahnya.

“Di bagian mana?” dan Rona nampaknya masih penasaran, mungkin pikirnya kala itu memutar kata “kok bisa muncul tiba-tiba”

“Deket pintu, Tante. Masa gak liat” jawab Nasya, dibalas rangkulan oleh Rona seakan meng-iyakan ajakannya untuk pulang bersama.

Mereka pun akhirnya pulang dari mushola, berjalan senada saling memegang tangan seakan hendak menyebrang jalan, “besok shalat lagi!” ucap Rona dengan nada seolah itu adalah perintah, “kali ini harus berangkat bersama”.

Mendengar ucapan Rona tersebut, membuat Nasya memainkan bola matanya. Sikap Rona mengingatkannya akan Ibu di kampung halaman, “Rindu Rumah” batinnya.

Esoknya, tepat pada pukul 04.00 WIB. Alarm kian bergetar di samping telinga Nasya. Sudah tiga puluh menit berdering, namun tak mampu membangunkan Nasya. Hingga Nasya terberanjak dengan raut penuh ketakutan, mungkin terbangun karena mimpi buruk.

“Astagfirullahaladzim” sepertinya memang mimpi buruk. Nasya lupa tidak baca doa ketika tidur, lupa yang seakan menjadi biasa. Ia segera mengambil ponsel yang terus bersuara di sampingnya, langsung mematikan alarm dan sedikit melihat pada aplikasi whats app. Tak ada pesan, dan itu sedikit membuatnya kecewa.

Tok! Tok! Tok!

Pintu terus berdentum, entah dari siapa. Subuh-subuh gini sudah bertamu. Nasya membukakan pintu, yang jaraknya satu meter dari tempat tidurnya.

“Nasyaaa, astagfirullahaladzim” lagi dan lagi, Rona seakan menggantikan sosok ibu di hidup Nasya. Ia beristigfar atas Nasya dengan rambutnya yang sudah tidak karuan, terlihat sekali baru bangun tidurnya.

“Kamu nih puasa gak sih? Masa belum ada apa-apa. Untung tante kesini, Saur dulu!” Titah Rona dengan suaranya yang nyaring, bak ember pecah.

“Tante..” Nasya justru menampakkan wajahnya yang sayu, redup. “Nasya ngerepotin tante yah?”

Rona menghentikan pergerakan lengannya yang sedang membongkar sebuah rantang, “Nggak lah.”

“Nasya jadi gak enak samaTante,” ucap Nasya.

“Tidak apa-apa, Nasya. Tante lagi banyak rejeki, anggap juga ini sebuah rejeki buat kamu,” Rona mencoba untuk menenangkan Nasya. Ia tahu, bahwa Nasya sedang merindu sekaligus kecewa. “Tante pulang dulu, yah”

Mendengar perkataan Rona, seolah menenangkan tapi juga membuat Nasya sedikit bernafas dengan berat ketika melihat makanan yang dibawakan Rona. “Ini sih emang banyak, sekaligus kelebihan rejeki buat saya” gerutunya ketika Rona telah pergi dari tempat dimana ia berdiri saat ini.

Kala siang, terik matahari menyorot hingga ruang yang dipenuhi akan tumpukan kertas dan Nasya terduduk di atas kursi berputar dengan meraut seluruh rambutnya.

“Sya!” sahut seorang perempuan yang duduk di sebelah meja Nasya.

“Ck.. apa?” balas Nasya dengan malas.

“Berat banget beban hidupnya?” namanya Rintika, dari papan nama di atas meja kerjanya.

“Berat! Sungguh berat. Kenapa?” Nasya memang sedang kalut, sedari subuh moodnya hancur berantakan, dan itu sedikit membuatnya tidak fokus dalam bekerja. Sejak pagi tadi, teman-teman Nasya telah menghasilkan buih-buih kertas yang disusun rapih dan dibawa kesana-kemari. Sedangkan Nasya? Ia hanya terduduk di tempatnya.

“Gapapa. Cuma mastiin doang kalau kamu gak kerasukan” mendengar Rintika bicara seperti itu, Nasya dengan lantas membulatkan matanya dan itu membuat Rintika sedikit tertawa.

“Tau gak sih, Sya?” Rempongnya Rintika meraup lengan kecil milik Nasya. “kata Rasulullah, puasa itu setengah sabar. Kamu tau?, salah satu ciri orang yang sabar itu giat bekerja” dengan raut wajah yang meyakinkan.

Nasya tersenyum mendengarnya, senyum terpaksa. Ia membuka laci, mengeluarkan semua yang ia perlukan. Bukan! Ini bukan soal perkataan Rintika yang membangkitkan jiwa semangat pada diri Nasya. Melainkan memang sedari tadi Nasya sedang menunggu roh duniawi untuk merasuki dan membuatnya melakukan sebuah pekerjaan.

“Sya, sore nanti buka di mana?” tanya Rintika, seolah mencoba untuk membuyarkan konsentrasi Nasya.

“Gak tau” dan jawaban singkat itu muncul, ketika roh duniawi telah menguasai seluruh tubuh Nasya.

Jika sudah merasuki, kegiatan apapun yang ada disekeliling Nasya, tidak akan mengalihkan fokusnya. Sampai berlarut-larut. Sekalipun angin berubah menjadi debu. Sampai langit biru merubah warnanya menjadi jingga.

Nasya menggebrak meja. Ternyata sudah pukul 16.30 WIB. Ia menengok ke arah kanan dan kiri. Sebagian manusia telah pergi, dan sebagian lainnya sibuk menyiapi.

“Sya, jangan beli bukaan yah. Ibu aku nganterin makanan banyak banget ke kantor. Udah tau aku makannya sedikit,” lirih Rintika.

“Bersyukur masih ada yang anterin. Setidaknya kamu masih diingat, Ramadhan jadi berarti kan buat kamu?” ucap Nasya dengan nada ketus, sembari melihat-lihat makanan yang dibawakan Ibu dari Rintika.

“Sya, kalau kamu rindu ya telepon!” ujar Rintika.

Nasya menggeleng, gengsi telah menguasai diri.

“Aku pernah baca, Sya. Satu hadits Tirmidzi yang berbunyi : pada awal bulan Ramadhan itu setan-setan dan jin dibelenggu, pintu neraka ditutup, pintu surga dibuka, siapapun orang yang menginginkan kebaikan datanglah, dan menginginkan kejahatan tahanlah pada bulan Ramadhan, setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka,” tiada maksud lain, Rintika hanya ingin mengingatkan “tahan dulu apa yang membuatmu kecewa kemudian menimbulkan amarah atau bahkan dendam. Siapa tau mereka juga menanti pesan darimu. Mengapa tidak kita saja yang mengalah, biarkan kebaikan menguasai hatimu!” perkataan Rintika begitu bijak di dengar, dan ada benarnya.

Melihat jam sebentar lagi menunjukkan waktu berbuka, Nasya meraih ponselnya. Hatinya bergetar saat Rintika berucap dengan kata yang paling sejuk didengar. Ia pun mempertimbangkan akan hal yang diucapkan temannya, dengan menekan sebuah nama kontak yang ada di ponselnya. Ada suatu niat yang memutar di kepalanya “selamat berbuka, Mah”

Bersambung…

Penulis: Lydia
Editor: Dhuyuf

Perkuliahan Daring Pada Ramadhan, Berdampak Sepinya Kampus

0

Serang, lpmsigma.com – Pada bulan suci Ramadhan kondisi kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, di beberapa fakultas terlihat sepi akibat pembelajaran yang dilaksanakan secara daring, Kamis (21/3)

Hamid, selaku mahasiswa Fakultas Syar’iah mengatakan bahwa kondisi kampus pada saat bulan Ramadhan ini terlihat sepi tidak seperti biasanya.

“Kondisi kampus pada bulan ramadhan hanya 50% yang aktif berbeda dari bulan-bulan biasa, melihat dari parkiran di setiap fakultas ataupun gedung-gedung lain terlihat sepi,” katanya.

Ia juga menambahkan, bahwa kemungkinan kampus sepi memang efek pembelajaran di beberapa jurusan ataupun fakultas di bulan ramadhan ini melalui daring.

“Selama Ramadhan kampus terlihat sepi, apalagi di Fakultas Syariah yang ramai hanya di siang saja, mungkin itu efek pembelajaran sebagian mata kuliah dilakukan secara daring,” tambahnya.

Di tempat yang berbeda, Fadhila selaku mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam juga menuturkan, peralihan mata kuliah (MK) secara daring kurang efektif tetapi tergantung jam dan Satuan Kredit Semester (SKS).

“Kemungkinan tergantung dari jam dan sks nya, kalau dapat kelas MK pagi masih fresh tapi kalau sampai kelas sore dirasa kurang efektif,” tuturnya

Reporter: Enjat
Editor: Salma

Strategi Produktif Work Life Balance Ketika Berpuasa

0

Istilah Work Life Balance (WLB) mungkin sudah tidak asing terdengar dan menjadi salah satu prinsip generasi muda saat memasuki dunia kerja. Work life balance merupakan keadaan di mana seseorang dapat menyeimbangkan waktu antara tanggung jawab pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan tanggung jawab lainnya.

Dikutip dari laman Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Work life balance adalah kemampuan seseorang untuk menyeimbangkan antara waktu yang kita sediakan sebagai seorang profesional di tempat kerja, dengan waktu yang kita sediakan sebagai personal. Oleh karenanya, istilah ini tentu bisa menjadi prinsip yang dapat kita terapkan saat berpuasa.

Nilai-nilai keseimbangan dalam mengatur proporsi antara pekerjaan/kesibukan secara profesional dengan aktivitas personal yang juga berkaitan dengan kebutuhan jasmani dan rohani di bulan Ramadhan.

Dengan prinsip work life balance saat berpuasa ini dapat mengatasi habit malas dan cenderung tidak produktif saat Ramadhan.

Berikut ini berbagai cara yang dapat kamu lakukan untuk menerapkan prinsip work life balance saat puasa, agar kamu tetap produktif!

1. Optimalkan Teknologi

Dengan memanfaatkan teknologi untuk mengatur jadwal dan mengingatkanmu tentang waktu ibadah, tugas kuliah, pekerjaan, dan waktu istirahat. Gunakan aplikasi produktivitas seperti Notion dan Google Calender untuk mengorganisir tugas-tugasmu dan pastikan tidak ada yang terlewatkan.

2. Sesuaikan Jadwal Kerja

Adaptasikan jadwal kerjamu sesuai dengan kebutuhan puasamu. Manfaatkan waktu senggang setelah kuliah atau bekerja, untuk menyelesaikan tugas-tugas penting saat energi dan fokus masih cukup tinggi serta sisihkan waktu sore untuk aktivitas lainnya, seperti stretching sebelum berbuka puasa.

3. Konsumsi Makanan Berkualitas

Pilihlah makanan yang memberikan energi dan nutrisi yang cukup untuk menjaga produktivitasmu. Dengan menghindari makanan yang berat dan pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat untuk tetap menjaga stamina dan fokusmu.

4. Istirahat yang Cukup

Ini menjadi sebuah tantangan bersama agar tidak begadang di malam hari, karena meskipun sedang berpuasa tubuhmu tetap membutuhkan istirahat yang cukup. Pisahkan waktu untuk beristirahat sejenak antara sesi kuliah, pekerjaanmu, dan manfaatkan waktu istirahat siang untuk mengisi ulang energi dengan tidur singkat atau meditasi.

5. Menjaga Keseimbangan Waktu

Tetapkan batasan yang jelas antara waktu bekerja, waktu beribadah, dan waktu bersosialisasi. Menjaga keseimbangan antara kegiatan produktif dan refreshing untuk menjaga kesehatan mental dan emosionalmu selama bulan puasa.

Dengan menerapkan cara-cara tersebut, kamu dapat menjaga produktivitasmu selama bulan puasa tanpa harus mengorbankan kesehatan dan kualitas hidupmu sebagai generasi muda yang dinamis dan penuh semangat. Tentunya prinsip work life balance ini menjadi kunci agar terhindar dari burnout dan tetap produktif saat puasa.

Penulis: Naila
Editor: Duyuf

6 Keutamaan Bersedekah di Bulan Ramadhan

0

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dalam agama Islam, dimana umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa dan memperbanyak amal shaleh.

Di bulan Ramadhan, pahala setiap amal kebaikan di lipat gandakan oleh Allah SWT. Salah satunya adalah amalan sedekah di bulan Ramadhan, karena ketika bersedekah di bulan Ramadhan, kita mendapatkan pahala yang jauh lebih besar dibandingkan bersedekah di bulan-bulan lainnya.

Di kutip dari situs resmi Baznas Kota Yogyakarta, ada enam keutamaan bersedekah pada bulan ramadhan yaitu:

1. Meningkatkan Pahala

Memberikan sedekah di bulan suci Ramadhan dianggap lebih mulia dan bernilai pahala yang sangat besar. Seperti yang sudah sering kita dengar, bahwa segala amal yang kita kerjakan di bulan suci Ramadhan maka akan diberi pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Sedekah di bulan Ramadhan memiliki bobot dan nilai yang lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya.

2. Menghapus Dosa

Rasulullah SAW menyampaikan, bahwa sedekah itu memiliki kekuatan dalam menghapus dosa-dosa orang yang memberikan sedekah. Apalagi sedekah yang dilakukan di bulan suci Ramadhan, maka orang tersebut akan mendapatkan pengampunan dari Allah SWT dan membersihkan dirinya dari segala dosa-dosanya.

3. Memberikan Kebahagiaan

Memberikan sedekah di bulan suci Ramadhan dapat memberikan kebahagiaan dan keberkahan bagi kehidupan seseorang. Di sisi lain, orang yang menerima sedekah juga bahagia atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT melalui perantara seseorang. Bagi pemberi sedekah akan diberi pahala yang berlipat ganda, dengan syarat memberikan sedekah tersebut dengan rasa ikhlas dan tulus di bulan Ramadhan.

4. Membantu Mereka yang Membutuhkan

Bulan Ramadhan menjadi bulan dimana kebutuhan seseorang yang kurang beruntung menjadi lebih terasa. Dengan memberikan sedekah di bulan ini, seperti memberi makanan untuk berbuka atau sahur menjadi ladang amal kita kepada mereka yang membutuhkan.

5. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Terdapat banyak sekali amalan-amalan yang dianjurkan di bulan suci Ramadhan ini, salah satunya sedekah . Hal ini menjadi amal ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedekah merupakan wujud dari rasa syukur seseorang atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.

6. Meraih Keberkahan dalam Rezeki

Rasulullah SAW menyampaikan bahwasannya, sedekah tidak akan mengurangi rezeki seseorang melainkan akan menjadi keberkahan bagi kehidupan dan rezeki orang tersebut.

Itulah beberapa keutamaan bersedekah di bulan suci Ramadhan, maka sepantasnya kita berlomba-lomba untuk beramal dan menyisihkan rezeki sesuai kemampuan yang kita miliki untuk bersedekah.

Penulis : Enjat
Editor: Nazna

6 Cara Bedakan Kurma Israel dengan Kurma lainnya

0

Selama bulan ramadhan berlangsung, tentunya masyarakat Indonesia banyak sekali yang gemar mengkonsumsi kurma. Hal ini tidak lain dikarenakan merujuk pada sunnah Nabi untuk mengkonsumsi kurma di saat berbuka puasa.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa untuk memboikot produk-produk Israel, tertera pada fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina. Fatwa ini, salah satunya imbauan agar umat Islam menghindari transaksi produk yang terafiliasi dengan Israel. Sehingga memakan, menjual, dan membeli kurma Israel hukumnya adalah haram.

Israel terkenal dengan produksi kurma medjool terbesar di dunia, maka dari itu para konsumen harus lebih berhati-hati ketika memilih kurma supaya tidak membeli kurma asal Israel tersebut.

Inilah cara membedakan kurma Israel dengan kurma yang lainnya:

1. Kurma Medjool

Israel adalah produsen kurma medjool terbesar di dunia, sehingga kurma medjool patut di curigai. Namun, perlu diketahui kurma medjool juga tak semuanya berasal dari Israel.

2. Periksa Asal Negara

Caranya sangat mudah sekali, cek kemasan kurma tersebut dan lihat dari mana perusahaan tersebut berasal. Jika kemasan menggunakan huruf Arab dan anda tidak mengerti, maka bukalah Google scan lalu terjemahkan.

3. Perhatikan Merek Israel

Kurma dengan merek seperti King Medjool, King Solomon, Medjool Plus, Jordan River, dan Bahri adalah merek kurma yang berasal dari Israel.

4. Harga Lebih murah

Banyak dari kita yang ingin berbelanja dengan harga yang relatif murah. Namun, patut diwaspadai ketika membeli kurma dengan harga yang miring, sebab kurma Israel memiliki subsidi yang diberikan oleh pemerintahnya. Sehingga, menyebabkan kurma tersebut mendapat harga yang relatif murah dibanding kurma lainnya.

5. Periksa Barcode

Dengan memeriksa barcode, kita akan mengetahui merek dan asal kurma tersebut. Namun, beberapa dari merek kurma yang diperjualbelikan tidak memiliki barcode didalam kemasannya.

6. Kurma Tanpa Merek

Kurma tanpa merek sering kali ditemukan dipasar konvensional, biasanya dijual dengan kiloan sehingga para konsumen tidak tahu merek dan asal dari kurma tersebut.

Bagi umat muslim, itulah yang harus di perhatikan dan waspadai agar tidak asal membeli kurma. Dengan memboikot produk asal Israel kita telah memperjuangkan negara Palestina. Dari hal kecil seperti tidak membeli produk Israel, bisa menjadi sangat berdampak bagi perekonomian Israel.

Penulis: Najib
Editor: Nazna

Sejarah Dibalik Salat Sunnah Tarawih

0

Salat tarawih merupakan ibadah salat Sunnah yang dilakukan khusus hanya bulan Ramadhan. Pada awalnya istilah tarawih yaitu Qiyam Ramadhan yakni penghidupan atas malam Ramadhan. Yang artinya, ibadah guna menghidupkan malam-malam Ramadhan.

Munculnya nama tarawih sebagai istilah yang dipakai oleh banyak atau hampir seluruh ulama, untuk menyebut shalat sunnah malam Ramadhan ini terdapat beberapa kemungkinan.

Dari riwayat Imam al-Marwadzi dalam kitabnya Kitab Qiyam Ramadhan, istilah tarawih muncul di masa Umar r.a karena dalam riwayatnya, Ubai bin Ka’ab diperintah oleh Umar r.a. untuk menjadi imam Qiyam Ramadhan dengan bacaan 5 sampai 6 ayat di setiap rakaat.

Variasi jumlah rakaat dalam salat tarawih pun beragam, ada yang menyebutkan 8 rakaat bahkan tidak sedikitpun mengatakan 20 rakaat. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun mengerjakan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang bervariasi.

Shalat tarawih pertama kali dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW, pada tahun kedua hijriah. Beliau mengerjakannya pada tanggal 23 Ramadhan di masjid, dan beberapa sahabat mengikuti untuk melaksanakan salat tarawih. Kemudian, beliau mengulanginya pada tanggal 25 dan 27 Ramadhan sehingga jumlah sahabat yang ikut semakin banyak.

Namun, pada tanggal 29 Ramadhan, Nabi Muhammad SAW tidak keluar ke masjid untuk shalat tarawih, meskipun para sahabat sudah menantinya. Beliau sengaja tidak melakukannya karena khawatir shalat tarawih akan diwajibkan atas umatnya dan mereka akan merasa berat untuk melaksanakannya. Beliau menjelaskan hal ini kepada para sahabat setelah shalat subuh.

Dari situlah kemudian shalat tarawih yang kita kenal sebagai shalat Sunnah khusus, pada malam-malam Ramadhan dan menjadi kebiasaan yang kita lakukan di setiap bulan Ramadhan.

Penulis: Ima
Editor: Nazna