Beranda blog Halaman 54

Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan Mental Manusia

0

Sebagai umat Muslim, kita memiliki kewajiban salah satunya adalah ibadah puasa. Puasa berarti menahan minum dan makan serta menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.

Puasa sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu puasa sunnah dan puasa fardhu atau wajib. Puasa wajib yakni puasa ramadhan yang tengah kita jalani saat ini, sebagaimana firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah ayat 183).

Selain melatih manusia menjadi pribadi yang jujur terkhusus kepada diri sendiri, puasa ramadhan biasanya menjadi sebuah momentum untuk mensucikan diri. Ketika seseorang berpuasa, terdapat banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun tak hanya itu, puasa juga berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Bagaimana bisa? Mari simak penjelasan berikut ini:

Ketika seseorang berpuasa, ia akan berusaha untuk menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa. Hal tersebut mampu melatih mental seseorang untuk bertahan dari tekanan-tekanan yang ada.

Puasa juga sangat berpengaruh tehadap kesehatan fisik seseorang termasuk mempengaruhi kesehatan mental. Disaat kesehatan fisik dapat terjaga, maka individu dapat berada dalam kondisi mood yang baik. memiliki peluang besar untuk menghindari kita dari perasaan stress.

Menurut hasil penelitian dalam Jurnal Islamic Education dengan judul, “Dampak Puasa Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik” menunjukan bahwa, puasa berdampak pada perubahan mood dan tingkatan stress seseorang. Dalam konteks kesehatan psikis, puasa digambarkan sebagai sarana efektif untuk membersihkan jiwa dari dosa-dosa dan menjauhkan diri dari perilaku negatif.

Selain menjadi kewajiban agama, puasa juga berperan sebagai latihan untuk mengendalikan diri, menyesuaikan diri, dan meningkatkan daya tahan mental terhadap
tekanan kehidupan. Dengan demikian, puasa memiliki hikmah dalam hal
kesehatan fisik dan kesehatan psikis manusia yang berpengaruh bagi kesehatan mental.

Jadi bagaimana SiGMAnia? Cukup menarik bukan penjelasan diatas. Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya dan selalu berada dalam kondisi mental yang sehat.

Penulis: Rubbi
Editor: Dhuyuf

Bunga-bunga Ramadhan

0

Bagian Awal : Keutamaan Shalat Tarawih

Sudut kota begitu ramai ditengok, hilir mudik orang bagai tak teralihkan. Kala itu, Nasya, perempuan yang terduduk di warung kopi, di bibir Bundaran. Dia duduk di antara lelaki tua yang sedang menyeruput kopi sambil menonton televisi. Meski begitu, seperti kebanyakan orang yang nongkrong di warung kopi, mie instan rasa kari jadi menu andalan Nasya selepas penat atas roh duniawi.

“Bi Jum, kopi hitam merek kapal api satu!” sahut lelaki tua yang baru saja turun dari motor revo keluaran tahun 2010.

Nasya meliriknya tanpa henti. Bukan apa, dia duduk tepat di sebelah Nasya dengan linting rokok di antara jari telunjuk dengan jari tengahnya, dan itu sedikit membuat Nasya yang anti rokok merasa tidak nyaman.

Uhuk.. uhuk..

“Besok mah puasa, warung-warung pada tutup. Jadi, puas-puasin ngopi untuk hari ini” ujar lelaki tua itu, meski tenggorokkannya sudah tak mampu lagi untuk menghisap asap rokok.

“Maaf pak…” ucapnya menggantung. Nasya mengurungkan niat nya. Di warung kopi semua orang bebas untuk melakukan apapun. Yah, karena merupakan tempatnya. Namun, rasanya sangat sesak jika dibiarkan.

Lelaki sebayanya pun menjauh dari Nasya untuk menghisap asap surga duniawi itu.

“Iya Neng, kenapa?” tanya lelaki tua itu, dengan nama Yatna yang terpasang di dada kiri jaketnya.

“Nih kopinya, tuh gabung sama aki-aki yang lain. Si Neng anti asap rokok!” Bi Jum seolah mengerti atas keterdiaman Nasya yang tak melanjutkan bicaranya.

Dengan menyodorkan kopi, lantas menyuruh Pak Yatna untuk pergi dan bergabung dengan laki-laki tua yang lain. Disana terlihat mereka tengah duduk satu meja dengan pandangan satu arah, menatap televisi menunggu sidang isbat. “Maaf ya Neng, Pak Yatna pelanggan yang jarang-jarang kesini, jadi gak tau kebiasaan Neng” jelasnya.

“Gak apa-apa, Bi. Semua orang kan gak perlu tau kebiasaan saya” ucap Nasya dengan nada legowo.

“Wajib tau atuh, Neng. Nasya kan pelanggan perempuan satu-satunya di warung kopi Bibi” Bi Jum berlebihan dalam menggambarkan diri Nasya, sedikit membuat Nasya canggung

“Nanti kalau Neng Nasya gak kesini-sini lagi gara-gara asap rokok, gimana? Bibi jadi kehilangan satu-satunya pelanggan perempuan yang bibi punya”

“Bibi bisa aja,” kata Nasya dengan malu-malu.

Kegiatan Nasya di tempat itu telah usai, mie kari andalannya telah bersih pada mangkok ayam milik Bi Jum. Begitu pula pada teh susu sebagai teman dari mie kari. Ini saatnya dia untuk pergi. Sebelumnya, Nasya harus lebih dulu berpamitan pada aki-aki yang dirasa jumlahnya tak berkurang sama sekali sedari tadi. Posisi duduknya masih sama, bahkan tak ada yang berpindah atau pergi dari tempat duduknya.

“ESOK PUASA!! BI JUM ESOK PUASA!!!” Teriak semuanya, menggelegar pada warung kopi yang berdinding terpal itu.

“BERISIK!! Kayak masih budak bae” Bi Jum lantas kesal dengan teriakan aki-aki yang mungkin cucunya sedang menanti di rumah.

“Bi, pamit yah..” ujar Nasya, memotong kekesalan Bi Jum. “Aki-aki semua, Nasya pamit yah” dirinya bangkit dari kursi dan bersiap untuk pergi.

“Mau kemana neng Nasya?” Tanya dari salah satu mereka, yang Nasya ingat namanya adalah Aki Anwar, duduk tepat di hadapan televisi, menyortir aki-aki yang lain.

“Mau nyiapin sahur!” ujar Nasya.

“Sahur disiapin” kata Ki Anwar, dengan lantas ucapannya membentuk gelak tawa pada laki-laki lainnya. Meskipun Nasya sendiri tidak tau mengapa mereka tertawa, padahal ucapan Ki Anwar nampak sepele di telinganya. Yah, mungkin itu yang dinamakan jokes bapak-bapak.

‘Tak dapat kumengerti, meski kucoba..’

“JANGAN LUPA SHOLAT TARAWIH NENG!!!” Teriak Ki Anwar, saat mendapati Nasya hendak pergi dengan motor beat 2017 warna putih.

Sekian hampir satu jam bergelut dengan jalanan perkotaan, Nasya telah sampai di sebuah rumah sepetak, sebut saja kontrakan. Tinggal sendirian di tengah-tengah kota membuat ia merasa kesepian. Saat kanan-kirinya penuh akan keramaian dan juga keharmonisan, membuat ia kadang kala ingin menyerah atas roh duniawi yang kerap merasuki untuk terus memaksanya bekerja.

Lagi dan lagi. Ramadhan kali ini sangatlah sepi, lantas membuatnya berpikir bahwa tiada yang istimewa dari sebuah Ramadhan. Semuanya masih sama, masih terasa sepi diantara keramaian, sedih diantara kebahagian.

Memilih duduk di depan teras, kala syair Tuhan berirama di telinga Nasya merupakan suatu hal yang salah. Tante Rona, pemilik rumah sepetak yang Nasya diami nampak datang menghampiri dari pintu gerbang.

Sebentar lagi..

“Nasyaaaa” Yap, teriakannya begitu menggelegar di telinga, iring-iringan dengan syair Tuhan.

“Aduh gustiii, anak satu ini! sidang isbat udah dinobatin, besok puasa! Jam segini masih pake baju kerja. Ayuk tarawih!” cerewet sekali Ibu dengan usia setengah abad ini, dengan sajadah yang menggelang ditangan kanan, menyuruh Nasya seakan-akan anaknya. Mungkin, karena hanya Nasya penunggu rumah sepetak tanpa keluarga.

“Baru pulang kerja tante” ucap Nasya dengan wajah yang memelas, seakan meminta untuk diberi ampun atas naungan suara yang membuat bangun manusia sekampung.

“Capek tante.. lagian, Sunnah kan?”

“Aduh Nasyaaa, walaupun shalat tarawih itu merupakan shalat sunah, akan tetapi rugi bagi kamu, apalagi ini awal di bulan Ramadhan. Ketahuilah Nasya, tante pernah baca satu hadits dari Abu Daud dan Tirmidzi dengan arti ‘Barang siapa yang ikut melaksanakan shalat tarawih berjamaah bersama imam sampai selesai, maka baginya akan dicatat seperti salat semalam penuh’ gak hanya itu..” ucap Tante Rona, bak mamah dedeh yang sedang berceramah di depan rumah petak.

“Tante, masih ada hari esok” Nasya memotong bicara dari mulut Rona.

“Suatu kebaikan itu jangan di tunda-tunda, Nasya. Kamu lagi capek kan?” tanya Tante Rona, dibalas dengan anggukkan Nasya yang memelas “Shalat tarawih itu bisa menyehatkan jasmani dan rohani kamu” imbuhnya.

“Iya, Tante. Nanti, Nasya nyusul ke masjid..” ucap Nasya dengan nada lemas.

Keputusan dari kepasrahan Nasya membuat Rona sedikit puas, ia dengan lantas pergi meninggalkan Nasya yang sudah bersiap untuk masuk ke dalam rumah petak dengan bertuliskan angka lima di depan pintu kayu kontrakannya. Rona tak sedikit curiga, anak dengan usia 20 tahun itu bisa saja masuk untuk merebahkan tubuh. Rona yakin gadis itu tak akan membohonginya.

Bersambung…

Penulis : Lydia
Editor : Nazna

Jagalah Diri, Ramadhan Jangan Kau Nodai!

0

Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang dinantikan oleh seluruh umat Muslim di dunia, karena bulan ini menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan diberikannya pahala berlipat ganda. Namun, terkadang dalam hiruk-pikuk kesibukan kita terdapat banyak godaan dunia, sehingga kita dapat kehilangan fokus pada tujuan sejati dari Ramadhan.

Pesan “Jagalah Diri, Ramadhan Jangan Kau Nodai” menjadi pengingat penting bahwa dalam menjalani bulan suci ini, kita harus menjaga diri dari segala godaan yang dapat merusak nilai-nilai spiritual dan keberkahan yang ditawarkan Ramadhan, serta tidak menodai citra Ramadhan dengan melakukan hal-hal yang tercela.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah menjaga kesucian hati dan perilaku. Ramadhan bukanlah hanya menahan diri dari haus dan lapar, juga menahan diri dari perilaku dan perkataan-perkataan yang tidak senonoh, merugikan, atau menyakiti orang lain. Hal ini termasuk menghindari gosip, fitnah, dan perilaku buruk lainnya yang dapat merusak hubungan baik dengan sesama manusia.

Diantaranya penting untuk menjaga diri dari godaan dunia yang dapat mengganggu ibadah kita. Karena sebagai umat Muslim kita harus tetap teguh pada prinsip-prinsip sederhana, dengan menahan diri dari konsumsi berlebihan dan fokus pada hal-hal yang lebih penting, seperti ibadah, memperbanyak sedekah serta ketaatan kepada Allah SWT lainnya.

Ramadhan yang penuh berkah ini, kita juga diingatkan untuk selalu menjaga kesehatan tubuh dan mental selama bulan puasa. Kadang kala, dalam semangat beribadah yang tinggi kita dapat mengabaikan kebutuhan fisik dan mental kita. Oleh karena itu, pentingnya untuk menjaga pola makan yang sehat, istirahat yang cukup serta menjaga keseimbangan antara ibadah dan aktivitas sehari-hari.

Dengan ini, kita diingatkan untuk menjalani Ramadhan dengan penuh keikhlasan, kesadaran akan tanggung jawab serta menjaga diri dari segala godaan dan perilaku yang dapat merusak keberkahan bulan suci ini. Sehingga, kita dapat meraih manfaat spiritual yang tinggi dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Penulis: Naila
Editor: Duyuf

5 Lagu Religi Untuk Menunggu Waktu Berbuka Puasa

0

Menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh suka cita, banyak hal yang bisa dilakukan ketika menunggu berbuka puasa. Salah satunya ialah dengan mendengarkan lagu religi, yang diciptakan untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

SiGMAniaa ketika di waktu luang dan hanya berdiam diri, mendengarkan lagu-lagu religi yang bertemakan bulan suci Ramadhan akan membuat suasana menyenangkan dan juga semangat. Nah, mari simak lima lagu dengan tema bulan suci Ramadhan, beserta maknanya:

1. Ramadhan tiba – Opick

Lagu ini menggambarkan kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Dari setiap lirik yang ditulis, memberikan pesan agar kita berlomba-lomba dalam beribadah dan juga terus memperbanyak amalan di bulan suci Ramadhan.

2. Tombo ati – Opick

Dijelaskan dari lagu ini tentang seseorang yang ingin mencari kedamaian di dunia. Cara untuk mendapatkan kedamaian yang diinginkannya bisa dilakukan dengan membaca Al-Qur’an, Shalat, berpuasa, berkumpul dengan orang-orang shaleh, dan juga banyak berzikir.

3. Rahmatun lil’alameen – Maher Zain

Lagu ini berisi tentang pujian kepada Nabi Muhammad Saw. Lirik yang ditulis pun mengandung makna yang dalam dan menyentuh tentang kemuliaan Nabi Muhammad Saw.

4. KuasaMu – Bunga Citra Lestari

Lagu ini menceritakan tentang ungkapan syukurnya terhadap Tuhan. Percaya akan rencana yang telah dipersiapkan-Nya, mengambil hikmah dari setiap hal yang sulit, dan yakin semua kesedihan itu akan sirna. Begitu sedikit penggalan pesan dari lagu ini.

5. Ramadhan datang – Tompi

Cerita dari lagu ini adalah menyambut kehadiran bulan suci Ramadhan. Berbeda dengan lagu religi lainnya, lagu Ramadhan Datang ini mengusung musik jazz dengan sentuhan R&B/Soul, sehingga terdengar sangat menghibur dan ceria.

SiGMAniaa, Itulah lima rekomendasi lagu bertema bulan suci Ramadhan yang bisa kamu dengarkan untuk menemani waktu luang kamu. Semoga di bulan suci ini kita senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin, agar selalu lancar dalam menjalankan ibadah puasa. Marhaban yaa Ramadhan

Penulis: Nazna
Editor: Duyuf

Tradisi Unik Ngaji Pasaran Ketika Ramadhan

0

Selama bulan suci Ramadhan berlangsung, di Indonesia ada salah satu tradisi unik yang mungkin hanya ditemukan di Indonesia, yaitu “ngaji pasaran” atau disebut juga “ngaji pasanan” dengan makna yang tidak berbeda (sama-sama mempelajari kitab kuning).

Ngaji pasaran biasanya terbuka untuk umum, apabila seorang tersebut tidak pernah belajar di pesantren, namun ingin mencoba belajar kitab kuning di saat bulan Ramadhan bisa bergabung di pondok pesantren yang ingin dituju, biasanya mereka disebut “santri kalong” atau juga “santri kelana”.

Pondok pesantren yang mengkaji kitab kuning biasanya mengadakan kegiatan rutinitas ngaji pasaran setiap bulan Ramadhan. Uniknya ngaji pasaran akan khatam (selesai) berbeda, ada yang menargetkan di 17 malam Ramadhan sudah khatam (selesai), dan ada juga yang sampai di malam terakhir Ramadhan baru khatam (selesai).

Istilah menyambung “sanad keilmuan” juga sudah tidak asing di telinga kita, apalagi bagi yang pernah belajar di pondok pesantren atau mempelajari kitab kuning, hal ini menjadikan ngaji pasaran adalah salah satu momentum untuk mempelajari ulang apa yang pernah ia pelajari dahulu.

“Ngalap barokah” atau mencari berkah menjadi salah satu tujuan “santri kalong” di saat bulan Ramadhan, baik mencari berkah dari guru spiritual, ilmu, bahkan mencari berkah di bulan Ramadhan supaya tidak menyia-nyiakan momentum di bulan ini.

Dilansir dari situs Nahdatul Ulama (NU) Online, ada beragam cara yang dapat kita lakukan untuk memuliakan bulan Ramadhan. Beberapa di antaranya adalah dengan cara memperbanyak ibadah, bersedekah, dan beragam ibadah-ibadah lainnya yang dianjurkan oleh agama seperti menambah ilmu pengetahuan.

Bisa disimpulkan bahwa ngaji pasaran bisa menjadi momentum untuk belajar lebih bersemangat lagi. Melalui ngaji pasaran ini, menjadi kegiatan yang sangat bermanfaat dan bisa menjadi salah satu opsi beribadah sekaligus cara mencari ilmu.

Penulis: Najib
Editor: Nazna

8 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan

0

Ramadhan sebagai bulan yang penuh keberkahan, rahmat dan pengampunan dari segala dosa. Pada bulan ini, umat Islam diwajibkan atasnya berpuasa selama sebulan penuh serta menjalankan atas rukun islam yang ke empat.

Barang siapa melakukan hal tersebut atas dasar keimanan dan ihtisaba (mengharapkan ridho dan pahala dari Allah), maka Allah akan mengampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu.

Dengan kemuliaan yang dimiliki bulan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah yang dapat menambah kesempurnaan dalam ibadah puasa dan melipat gandakan pahala.

Menurut Sakinah dalam bukunya yang berjudul “Ramadhan dan Geliat Ekonomi”, ada delapan amalan sunnah yang harus dilakukan pada bulan Ramadhan yaitu:

1. Mengakhirkan makan sahur

Keberkahan yang terdapat dalam makan sahur, Nabi Muhammad SAW memberi pesan kepada umatnya agar tidak meninggalkan makan sahur walaupun dengan seteguk air.

2. Berdo’a saat berbuka puasa

Berdoa bagi umat Islam sangatlah penting, karena Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya: “Berdo’a atau mintalah kepada-ku, niscaya aku akan kabulkan, dan do’a orang yang berpuasa itu maqbul selain do’a orang yang di dzalimi”

3. Memberi takjil kepada orang yang berpuasa

Memberi takjil kepada orang yang berpuasa sangat dianjurkan dan pahalanya sangat besar, sebesar pahala yang diberi makan dan tidak dikurangi sedikitpun meski hanya dengan memberi seteguk air dan sebutir kurma.

4. Menjaga lisan dan anggota tubuh

Dengan menghindari perkataan kotor, keji, dan perkataan yang membawa seseorang ke dalam kefasikan, kejahatan seperti bergunjing (ghibah), mengadu domba (namimah) dan berkata dusta dan hal-hal yang tidak ada manfaat lainnya.

5. Memperbanyak sedekah

Memperbanyak sedekah kepada keluarga, serta kerabat. Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw.

6. Mengkaji ilmu dan memperbanyak tadarus

Termasuk amalan-amalan di bulan Ramadhan adalah menyibukkan diri dengan mengkaji ilmu dan membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan berdzikir.

7. Melakukan i’tikaf pada sepuluh terakhir bulan ramadhan

Salah satu cara untuk mendapatkan pahala, keutamaan malam lailatul qadar dengan melakukan i’tikaf yang menurut Nabi SAW terdapat pada malam sepuluh terakhir di bulan Ramadhan.

8. Shalat Tarawih, Tahajjud dan Witir

Pada bulan suci Ramadhan, salah satu ibadah yang sangat penting dan jangan sampai dilewatkan tanpa alasan syar’i adalah Shalat Tarawih, Tahajjud dan Witir.

Nah, itulah delapan amalan-amalan sunnah yang kita harus lakukan ketika di bulan Ramadhan, semoga kita bisa melakukannya dengan sepenuh hati dan Istiqomah.

Penulis: Enjat
Editor: Duyuf

Mengulik 5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh

0

Banyak orang hanya mengetahui puasa hanya berkaitan dengan menahan lapar dan haus saja. Akan tetapi, tanpa kita sadari puasa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita.

Dalam keadaan tidak berpuasa, sistem pencernaan serta organ dalam tubuh secara terus menerus beroperasi, sehingga tidak memiliki kesempatan untuk beristirahat. Dengan berpuasa, sistem pencernaan serta organ dalam tubuh berkesempatan untuk beristirahat, hingga dapat menetralisir ampas racun yang tertinggal dalam tubuh.

Menurut Prof. Dr. H. Hardinsyah dalam bukunya berjudul “Puasa Sambil Detoks” menjelaskan, lima manfaat puasa bagi kesehatan tubuh diantaranya sebagai berikut:

1. Berfungsi sebagai detoksifikasi

Saat berpuasa tubuh kita absen dari makanan dan minuman selama 13-14 jam, pada kondisi ini organ pencernaan tubuh sedang beristirahat serta sebagian sel dan jaringan tubuh mulai melakukan detoksifikasi dengan membuang racun dan zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Sehingga, sel-sel dalam organ tubuh secara otomatis melakukan proses regenerasi dengan baik, serta kinerja sel dan organ dalam tubuh bekerja lebih optimal.

2. Melancarkan aliran darah

Kegiatan jantung menurun hingga setengahnya saat berpuasa, ketika itu separuh darah yang ada dimanfaatkan untuk kerja otot, otak, dan ginjal. Tubuh juga berpeluang untuk membersihkan diri dari berbagai toksin metabolisme (racun yang dapat menyebabkan gangguan fungsi organ dan proses metabolisme), hal ini memperoleh aliran darah dapat beroperasi dengan lancar dan baik. Oleh karena itu, tekanan darah orang yang berpuasa relatif konstan pada nilai yang normal.

3. Memperkuat sistem imunitas

Pada saat berpuasa, kondisi gula darah serta tekanan darah cenderung normal, hal ini mengacu kelenjar getah bening memperoleh kesempatan untuk bekerja lebih efisien. Bahan-bahan yang tidak berguna akan diangkut dari sel melalui kelenjar getah bening, di dalam kelenjar getah bening ini sel darah limfosit (sel penjaga Imunitas) dan makrofag (sel pembersih tubuh) berfungsi membentuk mekanisme tameng perlawanan sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit.

4. Mencegah atau mengatasi kegemukan

Ketika berpuasa konsumsi kalori semakin terminimalisasi, metabolisme pencernaan pun dapat bekerja dengan baik. Hal ini menyebabkan tak jarang setelah berpuasa, tubuh kita akan mengalami penurunan berat badan dan dapat mencegah dari obesitas.

5. Menimimalisir potensi timbulnya kanker

Sejumlah penelitian menunjukan bahwasanya dengan berpuasa dapat mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Pasalnya, ketika kita berpuasa laju pembelahan sel dalam tubuh termasuk sel-sel kanker akan berkurang dikarenakan asupan nutrisi yang terbatas.

Nah, itulah lima manfaat puasa bagi Kesehatan tubuh. Oleh karena itu, terkadang ketika berpuasa kita dapat merasakan tubuh terasa lebih nyaman dan ringan.

Penulis: Tiara
Editor: Duyuf

3 Tradisi Unik Berbagai Negara Menyambut Ramadhan

0

Ramadhan bagi umat muslim merupakan bulan penuh berkah, yang senantiasa di seluruh dunia menyambutnya dengan berbagai macam tradisi. Bukan hanya diwajibkan berpuasa, tetapi perayaan yang berhubungan erat dengan budaya masing-masing negara selalu diterapkan setiap tahunnya.

Tidak heran apabila banyak umat muslim dari belahan dunia berbondong-bondong menyambut bulan suci ini dengan suka cita, terdapat keunikan di dalamnya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Tradisi yang dilakukan tidak hanya di Indonesia, melainkan dari umat muslim di seluruh dunia turut merayakan indahnya menyambut pelaksanaan Ramadhan.

Penasaran apa saja tradisi unik Ramadhan di berbagai negara? Yuk simak tiga tradisi berikut ini:

1. Munggahan di Indonesia

IMG 20240311 WA0026

Tradisi yang dilakukan menyambut Ramadhan bagi masyarakat Jawa khususnya yang tinggal di Jawa barat, yakni Munggahan. Tradisi ini biasa dilaksanakan satu atau dua hari sebelum bulan puasa Ramadhan.

Dalam pelaksanaannya, tradisi Munggahan dengan berkumpul bersama dengan keluarga semacam piknik di suatu tempat atau lokasi wisata. Selain itu, masyarakat juga membersihkan tempat indah dan berziarah ke makam orang yang sudah meninggalkan.

Adapun tujuan dari tradisi Munggahan adalah untuk bersilaturahmi menjelang Ramadhan agar ibadah yang kita lakukan lancar dan dapat diterima oleh Allah SWT.

2. Penembakan Meriam di Timur Tengah

IMG 20240311 WA0027

Di negara Lebanon, meriam di tembakkan untuk sebagai pertanda datangnya bulan puasa atau bulan Ramadhan. Selain itu, meriam tersebut dijadikan penanda datangnya waktu berbuka puasa (Iftar).

Dilansir dari The Culture Trip, tradisi tersebut dikenal dengan sebutan Midfa Al Iftar, yang awalnya berasal dari Mesir kurang lebih 200 tahun yang saat itu dipimpin oleh Khosh Qadam salah satu penguasa Ottoman.

Bermula dari Qadam ingin mencoba meriam baru miliknya pada sore hari, namun ia tidak sengaja melakukannya saat waktu berbuka puasa. Ledakan tersebut terdengar hampir di seluruh Cairo, yang pada akhirnya peristiwa itu banyak masyarakat menganggap ledakan meriam sebagai penanda buka puasa.

3. Lentera Fanoos di Jalanan Mesir

IMG 20240311 WA0028

Masyarakat Mesir setiap tahunnya, menyambut bulan Ramadhan dengan menyalakan lampu kayu atau lentera yang berwarna warni di sepanjang jalanan. Setiap warna pada lentera tersebut menggambarkan persatuan dan kebahagiaan bagi masyarakat Mesir.

Tradisi ini memiliki cerita unik yaitu dimulai dari Dinasti Fatimiyah yang kala itu masyarakatnya ingin menyapa Khalifah Al-Muiz Lidinillah. Orang yang disegani tersebut pertama kali menginjakkan kaki nya di Mesir pada hari pertama puasa.

Untuk menghormati kedatangan beliau, anggota militer meminta masyarakat lokal untuk memegang lilin di jalanan yang gelap. Hingga kini, lilin yang di tutup oleh kayu-kayu tipis di desain ulang menjadi sebuah lentera yang indah. Saat ini, lentera tersebut dikenal dengan nama Fanoos yang selama Ramadhan menghiasi jalanan kota.

Nah SiGMAnia, itu dia tradisi yang ada di berbagai negara untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang sangat dinanti oleh umat muslim. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan agar puasa yang nantinya kita jalankan lancar dan mendapat pahala dari Allah SWT, Marhaban Ya Ramadhan semuanya.

Penulis: Salma

Kuliah Daring saat Ramadhan, Solusi Efektif atau Tantangan Belajar?

0

Pada saat bulan ramadhan, tentunya banyak sekali mahasiswa yang ingin merasakan suasana nya bersama keluarga, seperti halnya sahur hingga berbuka. Selain itu, para pengajar seperti dosen pun memiliki keluarga dan ingin merasakan hal tersebut pastinya.

Untuk mahasiswa perantauan pasti sangat senang, jika kuliah selama ramadhan dilakukan secara daring. Karena hal tersebut memiliki sifat yang praktis, sehingga mereka bisa menikmati suasana pembelajaran di rumah tanpa ada rasa khawatir tertinggal pelajaran.

Namun, apakah kuliah daring efektif untuk proses belajar? kerap terjadi, pembelajaran secara daring belum tentu di pahami oleh mahasiswa. Tetapi, kuliah daring bisa saja menjadi solusi kuliah atau bisa menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk tetap fokus perkuliahan walaupun dilakukan secara daring.

Dilansir dari Balai Diklat Kemenag Jakarta, berdasarkan pengakuan beberapa guru terkait pembelajaran daring ini, bahwasannya tidak efektif pembelajaran dilakukan tidak secara tatap muka langsung, karena dirasa banyak materi yang harus dipraktekkan secara langsung.

Bagi para dosen, jika kuliah diadakan secara daring seharusnya variatif dan tidak monoton. Hal ini supaya para mahasiswa tidak bosan di saat perkuliahan daring berlangsung.

Sedangkan di kalangan mahasiswa, seharusnya menyadari jika perkuliahan dilakukan secara daring. Maka, harus fokus dan mendengarkan apa yang sedang di bahas dalam perkuliahan tersebut, bukannya mencari kesempatan untuk bersantai tidak mendengarkan materi bahkan sampai tertidur.

Kuliah daring bisa saja menjadi salah satu solusi perkuliahan di saat bulan ramadhan. Namun kembali lagi, jika perkuliahan secara daring maka mahasiswa harus mengerti akan etika dalam perkuliahan tersebut, seperti mencermati pembelajaran. Begitu pula dosen, harus mencari solusi agar pembelajaran yang disajikan tidak terasa vakum dan membosankan.

Penulis: Najib
Editor: Nazna

Menyoroti Sosok Hebat dalam Perayaan International Women’s Day

0

Hari Wanita Sedunia adalah momentum penting untuk mengapresiasi, merayakan, dan merefleksikan peran serta wanita dalam berbagai aspek kehidupan. Di tengah perayaan ini, penting untuk mengakui kontribusi sosok wanita hebat yang telah mengubah dunia melalui keberanian, kecerdasan, dan keteguhan mereka.

Menurut survei yang dilakukan oleh International Labour Organization (ILO) pada tahun 2020, 63% wanita yang memiliki akses terhadap pekerjaan formal dengan perlindungan sosial yang memadai, dibandingkan dengan 80% pria.

Data tersebut menunjukkan bahwa sosok wanita hebat tidak hanya memperjuangkan hak-hak mereka sendiri, tetapi juga berjuang untuk hak-hak wanita secara keseluruhan khususnya di lingkup pekerjaan. Mereka menjadi pionir dalam bidang politik, pendidikan, bisnis, sains, budaya, dan bidang lainnya.

Contohnya adalah Malala Yousafzai, seorang aktivis pendidikan Pakistan yang menentang penindasan terhadap perempuan dengan berani berbicara untuk hak pendidikan anak perempuan.

Dalam dunia politik, sosok seperti Kamala Harris, yang menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat, merupakan inspirasi bagi wanita di seluruh dunia. Ia menunjukkan bahwa tidak ada batasan pencapaian bagi wanita dalam dunia politik.

Di ranah bisnis, sosok-sosok seperti Oprah Winfrey dan Sheryl Sandberg menginspirasi jutaan wanita untuk mengejar impian mereka dan memecahkan stereotip gender di tempat kerja. Mereka membuktikan bahwa dengan kerja keras dan tekad, wanita dapat mencapai kesuksesan yang luar biasa dalam karir mereka.

Dalam bidang sains, tokoh seperti Marie Curie menonjolkan bahwa bakat dan kecerdasan tidak mengenal gender. Dengan penemuan dan kontribusinya dalam bidang radiologi, Curie menjadi contoh bagi wanita di bidang sains untuk mengejar passion mereka tanpa terhalang oleh stereotip gender.

Namun demikian, perjuangan masih terus berlanjut. Wanita di seluruh dunia masih menghadapi diskriminasi, kekerasan, dan ketidaksetaraan dalam berbagai aspek kehidupan. Hari wanita sedunia bukan hanya tentang merayakan prestasi, tetapi juga tentang mengingatkan kita akan pentingnya terus memperjuangkan kesetaraan gender.

Melalui perayaan ini, mari kita terus mengangkat peran wanita dalam masyarakat, memperjuangkan kesetaraan, dan menginspirasi generasi mendatang untuk mewujudkan dunia yang lebih adil dan inklusif untuk semua.

Penulis: Naila
Editor: Duyuf